Kelola Dana Rp33,2 Miliar, Baznas DIY Bantu Pemda Tangani Kemiskinan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
02 April 2021 08:17 WIB Yosef Leon Pinsker Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY berencana untuk ikut serta dalam program penanggulangan dan pengentasan kemiskinan di wilayah setempat. Upaya itu diharapkan mampu membantu Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengurangi persentase dan jumlah masyarakat miskin terutama di daerah yang selama ini kerap menjadi penyumbang angka kemiskinan tertinggi di DIY.

Plt Ketua BAZNAS DIY, Mukhlas mengatakan, persoalan kemiskinan dan akar permasalahannya tidak bisa dituntaskan dengan hanya mengandalkan kemampuan masing-masing daerah. Menurutnya, mengatasi persoalan kemiskinan perlu sinergi dari masing-masing daerah dengan tetap saling berkoordinasi.

"Artinya penyelesaian ini kan penyelesaian DIY secara keseluruhan dan bukan masing-masing Kabupaten/Kota makanya kami selalu berkoordinasi dengan instansi dan lembaga terkait," katanya, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Iriana Jokowi Dinobatkan Jadi Wanita Paling Berpengaruh Menurut Iconomics Inspiring Women 2021

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Dinas Koperasi dan UMKM serta lembaga lain guna menampung sejumlah usulan dalam upaya pengentasan kemiskinan tersebut.

Nantinya, BAZNAS akan menyokong program pengentasan dan penanggulangan kemiskinan dari sisi lain yakni program-program yang selama ini belum disentuh oleh APBD. Sehingga upaya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan diharapkan mampu saling bersinergi.

"Karena kemiskinan ini kan adanya cukup banyak di daerah misalnya di Gunungkidul yang disebut tertinggi dan nantinya BAZNAS akan melibatkan tiap lembaga di Kabupaten/Kota untuk ikut serta," imbuh dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, sinergi antar lembaga di BAZNAS Kabupaten/Kota sangat dimungkinkan dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Selain itu, selama ini BAZNAS juga telah berupaya menyalurkan bantuan kepada daerah yang menghadapi persoalan sosial dan terkendala dari sisi pendanaan.

Baca juga: Satu Trip Jadwal Perjalanan Kereta Api Jogja-Solo Berubah, Cek Jadwalnya!

"Itu sangat memungkinkan misal di BAZNAS satu wilayah penghimpunannya optimal namun dalam penyaluran masih cukup kurang itu bisa disalurkan ke daerah lain yang membutuhkan," ujarnya.

Capaian 2020

Sementara pada kesempatan yang sama BAZNAS DIY menyebut bahwa total pengelolaan zakat, infak dan sedekah tahun 2020 penghimpunan/perolehan dana ZIS dan DSKL BAZNAS se-DIY sebesar Rp33,2 miliar.

Dengan saldo pada tahun 2019 sebesar Rp5,6 miliar sehingga total dana ZIS Rp38,9 miliar dan dana tersebut berasal dari pegawai ASN, swasta yang tergabung dalam Unit pengumpul Zakat (UPZ), selain itu juga  berasal dari perorangan.

Adapun jumlah pendistribusian dana ZIS dan DSKL BAZNAS se-DIY sebesar Rp34 miliar. Pentasharufan dana ZIS dan DSKL didasarkan pada tujuh Asnaf, yaitu mencakup Fakir, Miskin, Amil, Muallaf, Fisabilillah, Ibnu Sabil, serta Gharimin.

Sedangkan satu Asnaf Riqab (budak/hamba sahaya), belum pernah ada. Pentasharufan ZIS dan DSKL didistribusikan selain untuk konsumtif, juga produktif yang terangkum dalam 5 program utama, yakni mencakup program DIY Cerdas, DIY Taqwa, DIY Sejahtera, DIY Peduli, DIY Sehat.