Joan Mir Kehilangan Podium usai Dihukum 16 Detik di Catalunya
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Suasana perang air sebagai salah satu agenda padusan di Kedung Pedut, Dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Senin (14/5/2018).Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, BANTUL - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul memastikan menggelar pengawasan ketat terkait dengan tradisi padusan jelang Ramadan, Senin (12/4/2021) mendatang. Pengawasan ini dilakukan terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.
“Kami akan berkoordinasi dengan beberapa Satgas Kalurahan dan Kapanewon untuk pengawasan tradisi ini. Intinya, jangan sampai melanggar protokol kesehatan dan menimbulkan kerumunan,” kata Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta, Rabu (7/4).
Lebih lanjut Yulius mengungkapkan, terkait dengan penegakan dan tindakan sampai pembubaran, Satpol PP masih akan melihat sejauh ini urgensi dan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Jika Satgas Kalurahan maupun Kapanewon sudah bisa bertindak dengan mengedepankan persuasif maka, Satpol PP hanya berfungsi membackup.
“Kami menunggu, jika mereka meminta bantuan kami, maka kami akan turun,” ucap Yulius.
Terpisah Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Annihayah mengatakan jika mengacu kepada SE Bupati Bantul No.452/01184/Hukum tidak ada aturan pelarangan pelaksanaan padusan. Dalam SE yang ditandatangani oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Selasa (6/4) tersebut berisi tentang pelaksanaan ibadah ramadan dan perayaan hari raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah/Tahun 2021.
“Jadi jika mengacu kepada SE tersebut, kegiatan padusan diperbolehkan. Tapi, harus tetap mengedepankan protokol kesehatan,” kata Annihayah.
Oleh karena itu, Dispar telah menyiapkan sejumlah antisipasi terkait dengan peningkatan jumlah pengunjung yang akan melaksanakan padusan, utamanya di Pantai Parangtritis. Dispar, kata Annihayah bahkan telah mengajukan surat permintaan penambahan personel dari Satpol PP, kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan sampai Pemerintah Kalurahan Parangtritis dan Satgas Covid di tingkat kalurahan serta kapanewon.
“Total ada sekitar 50 personel yang kami siapkan. Ini kami lakukan sebagai upaya agar tidak ada pelanggaran protokol kesehatan dan tidak ada kerumunan saat pelaksanaan padusan,” ungkap Annihayah.
Annihayah mengungkapkan, momen padusan bisa menjadi sarana kebangkitan pariwisata di Bantul. Meski diakui olehnya, jumlah pengunjung pada padusan kali ini tidak akan sebanyak saat libur akhir pekan lalu yang mencapai 14.000 an pengunjung.
“Kemarin hampir mendekati normal. Saat padusan kali ini kami perkirakan pengunjungnya juga akan cukup banyak, meski tidak dibarengi dengan hari libur juga. Yang jelas kami sudah mempersiapkan semua, agar penerapan protokol kesehatan tetap maksimal,” ucap Annihayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Neymar kembali dipanggil timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti membawa kombinasi pemain senior dan bintang muda.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.