Gawat! Ada Dugaan Pungli Program Indonesia Pintar di Bantul

Ilustrasi uang pungutan liar - Freepik
19 April 2021 14:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Dugaan pungutan liar bagi penerima Program Indonesia Pintar (PIP) terjadi di Bantul. Sejumlah orang tua dan wali murid di SD Sindet, Trimulyo, Jetis, mengadukan adanya pungutan bagi penerima PIP dengan kedok infak PIP.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul Yasmuri mengakui mendapatkan aduan dari masyarakat terkait dugaan pungutan di SD Sindet, untuk penerima PIP.  Diduga pihak sekolah meminta pungutan dengan dalih infak pembangunan. Tidak ada patokan berapa besaran infak yang harus disetor oleh penerima PIP. Meski besaran PIP untuk kategori siswa adalah Rp450.000 per anak.

"Untuk itu, kami klarifikasi dan konfimasi ke sekolah. Apakah benar adanya hal itu?," kata Yasmuri saat ditemui di SD Sindet, Trimulyo, Jetis, Senin (19/4/2021).

Kepala Sekolah SD Sindet, Heny Rismiyati, di hadapan Yasmuri dan beberapa anggota komisi D DPRD Bantul membantah jika ada pungutan yang dilakukan sekolah terhadap siswa penerima PIP. Heny berkilah jika sekolah tidak meminta kepada penerima PIP. "Waktu itu, saya memang sempat berkeluh kesah kepada orang tua dan wali murid tapi tidak diforum resmi. Jika mengurus PIP itu butuh tenaga ekstra," kata Heny.

Baca juga: Meningkat, Kini 97% Orang Tua Siswa SMAN 1 Jogja Setuju Sekolah Tatap Muka

Namun Heny memastikan di pertemuan itu dirinya tidak meminta kepada orang tua dan wali murid penerima PIP untuk memberikan bantuan kepada sekolah.

Akan tetapi, dalam perkembangannya, Heny menyatakan jika ada perwakilan orang tua memberikan infak kepada sekolah untuk membantu perbaikan sejumlah sarana-prasarana di sekolah tersebut. Besaran bantuan pun tidak ada batasan dan kebijakan infak tidak tertulis.

"Untuk infak PIP seikhlasnya untuk pembangunan infrastruktur. Tamanisasi, perbaikan yang bocor-bocor kecil. Karena untuk pemeliharaan kita tidak bisa minta dinas," katanya.

Mengenai sejak kapan ada infak PIP, Heny enggan banyak berkomentar. Kendati demikian,infak ini telah berjalan sekitar hampir setahun. Di SD Sindet sendiri dari total 240 siswa, sekitar 100 siswa adalah penerima PIP.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko yang dikonfirmasi terpisah mengaku baru kali ini mendengar adanya infak PIP. Ia memastikan dinas tidak memperbolehkan adanya pemotongan dana PIP.

"Sekolah enggak boleh memotong. Kami melarang. Kami sendiri besok akan turun langsung untuk mengecek hal ini," kata Isdarmoko.