RT Zona Merah di Sleman Bertambah, Ini Daftar Desanya

Ilustrasi. - Freepik
05 Mei 2021 18:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemkab Sleman menyatakan, sejumlah zona merah Covid-19 masih ditemukan di wilayah ini.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan saat ini, jumlah RT zona merah dan zona oranye di Sleman bertambah. Berdasarkan peta epidemologi Covid-19 per 1 Mei, terdapat 3 RT yang masuk zona merah. Satu RT Zona merah masing-masing berada di Kalurahan Tirtomartani, Kalasan, Kalurahan Trimulyo Sleman dan Kalurahan Mororejo Tempel.

Adapun zona oranye terdapat di 13 RT, seperti di salah satu RT di Tirtomartani Kalasan, Sinduadi (Mlati), Sumberagung (Moyudan), Sardonoharjo (Ngaglik), Sumberharjo (Prambanan). Selain itu, RT zona oranye masing-masing berada di Kalurahan Trimulyo dan Triharjo.

"Caturharjo Sleman punya 3 RT Zona oranye dan Mororejo Tempel punya 2 RT zona oranye. Terakhir zona oranye di RT Girekerto, Turi. Total ada 13 RT zona oranye, 531 RT Zona kuning dan 7.351 RT di Sleman masuk zona hijau," papar Joko, Rabu (5/5/2021).

Sementara itu salat Idulfitri di lapangan di Sleman dibolehkan asal hanya diikuti warga sekampung. Jika kampung tersebut masuk dalam kawasan zona merah, maka Solat Idulfitri cukup di rumah saja.

Selain ketentuan tersebut, Pemkab Sleman juga melarang adanya kegiatan takbir keliling (tarling). Takbir perayaan Idulfitri cukup digelar di masjid/musola dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Jika tarling tetap digelar maka hal itu akan mengundang kerumunan orang.

"Jadi takbiran di masjid di musolla tidak ada larangan dengan prokes, kalau takbir keliling yang tidak boleh dilakukan," kata Sekda Sleman Harda Kiswaya, Rabu (5/5/2021).