Pemkot Jogja Anjurkan Salat Id di RT atau RW Setempat

Wakil Walikota Jogja Heroe Purwadi saat memberikan keterangan pada media, pada Rabu (24/3/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
06 Mei 2021 12:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja menganjurkan salat Idulfitri (Id) berjamaah dilakukan di Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW) setempat. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, lebih baik memperbanyak tempat salat Id, daripada memaksakan di satu tempat namun tidak bisa mengendalikan jumlah jemaah.

"Bisa diselenggarakan di tingkat RT atau RW saja, dengan sistem jemaah yang diundang atau daftar, sehingga bisa memastikan kapasitasnya, bisa dikendalikan, dan memastikan setiap warga sudah tahu di mana bisa melakukan shalat Id," kata Heroe dalam rilis tertulisnya, Rabu malam (5/5/2021).

Sistem ini mirip saat pemilihan umum (pemilu) di Tempat Pemungutan Suara, setiap orang sudah tahu kapan dan di mana harus menyoblos. Dengan sistem ini, Heroe berharap jemaah bisa lebih tertib dan protokol kesehatan (prokes) bisa dijalankan dengan maksimal.

Terkait tempat, Pemkot Jogja mengizinkan penyelanggaraan salat Id di masjid, tanah lapang, atau jalan gang. Penekanan yang utama terkait penerapan prokes seperti jaga jarak dan juga kapasitas maksimal 50 persen. Jemaah yang bisa salat Id merupakan warga sekitar dengan wilayah berzona hijau atau kuning dalam versi Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) Mikro.

"Kalau wilayah itu zona orange atau merah, melakukan salat Id di rumah masing-masing," kata Heroe.

Baca juga: Indonesia Diminta Lupakan Herd Immunity, Ini Alasannya

Untuk warga pendatang, mereka boleh ikut salat Id berjamaah apabila telah isolasi mandiri selama lima hari untuk yang sehat. Sementara untuk yang bergejala harus isolasi 15 hari terlebih dahulu.

Untuk jemaah salat diharapkan membawa alat ibadah sendiri-sendiri. Serta dianjurkan membawa hand sanitizer dan sebagainya. Bagi pengurus masjid ataupun penyelenggara salat Id berjamaah, diminta untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk awasi penerapan prokes.

"Dilaporkan ke satgas Kota Jogja tentang jumlah tempat shalat Id dan tempatnya, secepatnya begitu sudah tertata semuanya. Berapa yang menggunakan masjid, berapa yang menggunakan halaman atau lahan setempat atau berapa yg menggunakan lapangan," kata Heroe.

Kelurahan Suryatmajan tahun ini akan gelar salat Id berjamaah. Menurut Lurah Suryatmajan, Weda Satriya Negara, ada enam masjid dan satu musala yang akan menjadi tempat salat Id berjamaah. Jumlah tempat salat Id ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Weda mengatakan apabila salat Id akan berjalan dengan prokes ketat dan sesuai aturan Pemkot Jogja.

"Untuk penambahan [tempat salat] nanti akan dikoordinasikan lagi dengan pengurus masjid atau musala dan pengurus RT atau RW. Di setiap kampung juga ada gedung pertemuan yang bisa digunakan menampung jamaah apabila jumlahnya melebihi [kapasitas]," kata Weda, Kamis (6/5/2021).

Sementara untuk Masjid Syuhada, pengurus masjid tidak menyelenggarakan salat Id. "Tidak ada, tahun-tahun sebelumnya juga tidak diadakan," kata Ketua Penitia Kegiatan Ramadan Masjid Syuhada, Ujang Chandra, Kamis (6/5/2021).

Pemkot Jogja juga meniadakan takbir keliling tahun ini. Adapun takbir dilakukan di masjid masing-masing. "Takbir dilakukan di masjid-masjid dengan hanya maksimal 50 persen kapasitas, dan tidak melibatkan anak-anak. Jalankan dengan prokes maksimal," kata Heroe.