Jumlah Pendonor Darah Menurun saat Ramadan, PMI Kota Jogja Sebut Lumrah

Ilustrasi. - Everypixel
13 Mei 2021 11:07 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - PMI Kota Jogja menyebut kondisi pendonor menjelang perayaan Idulfitri 1442 Hijriah mulai menurun. Hal ini disebut lumrah karena terjadi setiap tahun dan PMI berharap ketersediaan stok mampu terjaga hingga satu pekan ke depan.

Petugas transfusi darah PMI Kota Jogja, Diah Nurpratami mengatakan, pada bulan Ramadan seperti sekarang pendonor yang rutin mendonorkan darahnya di PMI biasanya terkendala ibadah puasa saat ingin mendonor. Sehingga pendonor biasanya melakukannya pada saat setelah berbuka puasa.

"Atau biasanya pada malam hari," katanya, Rabu (12/5/2021).

Diah menjelaskan bahwa, sampai dengan hari ini persediaan darah whole blood di PMI Kota Jogja untuk semua golongan darah tersedia sebanyak 40 kantong, sedangkan untuk komponen darah PRC atau sel darah merah tersedia 99 kantong. Sedangkan komponen darah lain seperti trombosit tersedia sebanyak 77 kantong.

Dijelaskan, kondisi darah tersebut masih terbilang cukup dan normal. Penurunan stok darah disebut dia baru akan terasa pada hari H Lebaran hingga H+7 mendatang.

"Hingga kemarin [Selasa] masih tercukupi namun biasanya mulai hari ini [Rabu] hingga satu pekan ke depan sepi pendonor," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau pendonor darah sukarela untuk tetap mendonorkan darahnya ke Unit Donor Darah PMI yang biasa dikunjungi sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan pelayanan dengan baik.

Bagi masyarakat yang sudah vaksin juga diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya dua minggu setelah mendapatkan vaksin Covid-19 kedua. Masyarakat yang sedang berencana akan vaksin, juga diimbau untuk berdonor darah terlebih dahulu.

"Bagi yang sudah pernah terpapar Covid-19 pun juga bisa membantu saudara-saudara kita dengan mendonorkan plasma konvalesen," ungkapnya.