Jelang Wajib Halal, Baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja Bersertifikat
Jelang kewajiban sertifikasi halal 17 Oktober 2026, baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja tercatat telah memiliki sertifikat halal.
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis berupa sayur, ayam goreng lengkap dengan buah dan susu, dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JOGJA—Keluhan menu MBG Ramadan di Kota Jogja mencuat setelah sejumlah orang tua murid menilai pemberian makanan kering belum memenuhi kebutuhan gizi anak. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap berjalan selama Ramadan itu disebut belum sepenuhnya menghadirkan komposisi nutrisi seimbang, terutama dari sisi protein hewani.
Beberapa orang tua menyampaikan menu yang diterima siswa berbeda dibanding hari biasa. Jika sebelumnya anak memperoleh nasi lengkap dengan lauk, sayur, dan buah, selama Ramadan menu didominasi makanan kering yang dinilai kurang variatif.
Salah satu orang tua siswa SMPN 8 Kota Jogja, Ruswanti, menuturkan menu yang diterima anaknya beberapa waktu lalu berupa roti kecil menyerupai donat, kacang telur kemasan kecil, satu buah jeruk, dan susu kotak kecil. Menurutnya, anaknya kerap tidak mengambil atau tidak menghabiskan menu tersebut karena kurang sesuai dengan selera makannya.
“Kadang dibawa pulang tapi tidak dibuka. Jadi mubazir. Kalau saya pribadi kurang begitu suka, mungkin lebih baik diganti uang saku saja,” katanya, Rabu (25/2/2026).
Dia menyebut setiap anak memiliki selera berbeda sehingga tidak semua menu yang dibagikan dikonsumsi. Kondisi itu, menurutnya, berpotensi memunculkan pemborosan karena makanan yang tidak dimakan akhirnya terbuang.
Sementara itu, salah seorang orang tua siswa SMPN 13 Kota Jogja yang enggan disebutkan namanya menyampaikan menu MBG selama Ramadan umumnya terdiri atas roti, kurma, telur rebus, dan jajanan pasar seperti onde-onde. Berbeda dengan hari biasa yang menyajikan nasi, lauk, sayur, dan buah, bahkan sesekali menu seperti burger atau spageti.
“Mungkin dibuat seperti itu supaya bisa dimakan saat berbuka. Anak saya tidak mengeluh, yang penting aman dikonsumsi,” katanya.
Meski demikian, dia menilai komposisi menu MBG Ramadan cenderung belum mencerminkan konsep gizi seimbang secara utuh. Dia juga menyoroti aspek kebersihan wadah makanan yang digunakan dalam distribusi program MBG tersebut.
“Yang penting jangan sampai ada keracunan. Tapi kami juga tidak tahu proses pencucian wadahnya seperti apa. Kalau sesuai standar tentu syukur,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai masukan terkait menu MBG Ramadan di Kota Jogja itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa esensi MBG bukan sekadar memberikan makanan gratis, melainkan memastikan asupan nutrisi yang memadai bagi anak dalam masa pertumbuhan.
“Kita akan komunikasikan, aslinya menu yang diharapkan itu mengandung protein hewani,” katanya.
Menurutnya, protein hewani memiliki peran penting karena mengandung zat gizi spesifik seperti omega-3 yang berpengaruh terhadap perkembangan otak dan tubuh anak. Karena itu, dia meminta SPPG sebagai penyedia MBG tetap mengacu pada tujuan awal program tersebut diberikan.
“Untuk pertumbuhan anak, protein hewani harus diutamakan. Yang mengandung omega-3 lebih diutamakan, karena ini berkaitan dengan pertumbuhan otak dan tubuh,” katanya.
Dia berharap dapur penyedia MBG tetap kreatif dalam menyusun menu selama Ramadan. Menu sederhana seperti telur atau ikan, menurutnya, lebih relevan dibandingkan makanan yang didominasi karbohidrat tanpa sumber protein hewani dalam pelaksanaan MBG Ramadan di Kota Jogja.
“Kalau Ramadan dikasih telur atau ikan masih sesuai. Harapan saya tidak didominasi karbohidrat tanpa protein hewani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang kewajiban sertifikasi halal 17 Oktober 2026, baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja tercatat telah memiliki sertifikat halal.
Bapanas menegaskan bansos beras tahap II 2026 harus diterima utuh tanpa pungutan. Cek syarat, penerima, dan cara mengambilnya.
Perkembangan AI dinilai harus tetap berpijak pada martabat manusia, kemampuan berpikir kritis, etika, dan tanggung jawab.
KTT BRICS ke-18 di India mempertemukan 11 negara anggota di tengah konflik AS-Iran dan Rusia-Ukraina yang berdampak pada ekonomi global.
Sekolah di Jogja memperkuat literasi, numerasi, dan STEM berbasis PISA untuk meningkatkan daya kritis, kreativitas, dan kemampuan siswa.
Tim SAR mengerahkan helikopter HR-3604 untuk memperluas pencarian delapan jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda.