Pengacara Diduga Dikeroyok di Kafe Semarang, Polisi Angkat Bicara
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Pemudik bersiap menaiki bus tujuan luar daerah di terminal Giwangan, Kota Jogja, Jumat (23/4/2021). /Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA--Warga positif Covid-19 kembali ditemukan di Terminal Giwangan Kota Jogja.
Pengelola Terminal Giwangan Yogyakarta kembali menemukan satu calon penumpang yang diketahui positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan GeNose, sesaat sebelum penumpang diberangkatkan.
“Pemeriksaan memang dilakukan secara acak. Pada hari ini kembali ditemukan penumpang yang positif COVID-19 dari pemeriksaan GeNose,” kata Koordinator Satuan Pengelola Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta di Yogyakarta, Senin (17/5/2021).
Penumpang tersebut diketahui akan berangkat ke Solo. Setelah dinyatakan positif COVID-19 dari pemeriksaan GeNose, pihak terminal meminta penumpang melakukan isolasi dan pemeriksaan ulang tiga jam kemudian.
BACA JUGA: BTS Ucapkan Selamat atas Merger Gojek dan Tokopedia
Namun, karena penumpang terburu-buru untuk segera berangkat ke tujuan, maka disarankan petugas untuk segera melakukan pemeriksaan tes cepat antigen di fasilitas kesehatan terdekat.
Pada Minggu (16/5/2021), Terminal Giwangan Yogyakarta juga menemukan satu calon penumpang bus antarkota antarprovinsi yang dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan pemeriksaan GeNose.
Penumpang tersebut juga diminta melakukan pemeriksaan ulang tiga jam kemudian menggunakan GeNose. Namun, penumpang memilih melakukan pemeriksaan tes cepat antigen di laboratorium terdekat.
Setelah melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat, calon penumpang tersebut dinyatakan negatif COVID-19.
“Diketahui, sebelum melakukan pemeriksaan GeNose, calon penumpang tersebut merokok dan makan sesuatu yang berbau tajam sehingga memengaruhi hasil pemeriksaan,” katanya.
Pemeriksaan GeNose sudah dilakukan sejak bulan lalu dan dilakukan acak kepada sekitar 50 penumpang setiap harinya.
“Memang ada beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum menjalani pemeriksaan GeNose, seperti tidak makan sesuatu berbau tajam atau tidak merokok agar diperoleh hasil yang lebih valid,” katanya.
Selain melakukan pemeriksaan menggunakan GeNose, pengelola Terminal Giwangan Yogyakarta juga berencana melakukan pemeriksaan acak tes cepat antigen gratis mulai 18-23 Mei untuk penumpang datang maupun berangkat.
“Kami sudah bersurat ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta untuk bantuan tenaga kesehatannya. Tetapi belum ada balasan. Mudah-mudahan rencana tersebut tetap bisa dijalankan,” katanya.
Pemeriksaan acak tes cepat antigen di Terminal Giwangan Yogyakarta karena pihak terminal kelas II A tersebut menerima bantuan peralatan tes cepat dari pemerintah pusat.
Pemeriksaan tes cepat antigen gratis tersebut sejalan dengan prediksi peningkatan jumlah bus dan penumpang di Terminal Giwangan seiring dengan berakhirnya masa larangan mudik.
“Dimungkinkan mulai Selasa (18/5/2021) akan ada peningkatan 10 hingga 12 persen bus maupun penumpang dari Giwangan dengan tujuan Jakarta atau Surabaya dibanding saat masa larangan mudik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengacara di Semarang diduga dikeroyok setelah melerai keributan di kafe. Tiga orang dilaporkan dan polisi memastikan kasus masih berjalan.
Empat film baru tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Ada Akal Imitasi, Istimewa, Taboo: The Silent Day, dan Urang Bunian.
PSIM Jogja menghadapi Madura United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Van Gastel siap menghadapi permainan menyerang dan terbuka.
The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75%-4%, pertama sejak Juli 2023, di tengah tekanan inflasi dan harga energi AS.
KA Bandara YIA resmi dikelola KAI Commuter mulai 17 September 2026. Tarif dan jadwal tetap, tetapi kanal pembelian tiket berubah.
Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda muncul dalam materi Forum PBB di Bangkok yang membahas tambang nikel dan dampak lingkungan. Ini konteksnya.