Dikabarkan Lockdown, Rumah Dome Teletubies Aman Dikunjungi Wisatawan

Rumah Dome Teletubies di Prambanan, Sleman. - Instagram
17 Mei 2021 05:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sempat dilakukan pembatasan kunjungan akibat persebaran Covid-19, Rumah Dome Teletubies di Dusun Sengir, Sumberharjo, Prambanan diklaim aman untuk dikunjungi wisatawan. 

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Rumah Domes Teletubies Sulasmono menepis adanya pemberitaan objek wisata Rumah Dome Teletubies di-lockdown. Menurutnya, Bukit Teletubies aman dikunjungi. "Bukit Teletubies berada di puncak ya mas jadi aman dikunjungi wisatawan," katanya saat dikonfirmasi Harian Jogja, Minggu (16/5/2021).

Mono sapaan akrab Sulasmono menegaskan tidak ada lockdown di Dusun Sengir. Yang ada hanya penerapan pembatasan kegiatan masyarakat akibat ada sejumlah warga yang terindikasi positif Covid-19. "Jadi sebelumnya ada pembatasan [kegiatan] saja untuk central di Domes. Nah untuk yang isolasi mandiri sudah selesai semua pada Senin 17 Mei. Insyaallah normal lagi," jelas Mono. 

Mono mengatakan, semangat pelaku wisata di wilayah Prambanan Selatan cukup tinggi untuk menyambut wisatawan. Apalagi, katanya ada objek wisata baru yang saat ini digandrungi wisatawan. "Ada obwis baru di Prambanan Selatan yang berdekatan dengan bukit teletubies yaitu Obelix Hills. Jadi tidak ada lockdown di Sengir," katanya.

Baca juga: Update Covid-19 DIY 16 Mei 2021, H+3 Lebaran

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suci Iriani Sinuraya mengatakan seluruh destinasi wisata di Sleman tetap beroperasi untuk menyambut wisatawan datang selama libur lebaran tahun ini. Hanya saja, Dispar melarang adanya event atau atraksi wisata di destinasi tersebut.

"Secara umum objek wisata tetap buka seperti biasa. Aturan mainnya tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya menerima wisatawan maksimal 50% dari kapasitas pengunjung," katanya.

Suci mengatakan, operasional destinasi wisata selama libur lebaran didasarkan pada peta epidemologi Covid-19. Berdasarkan peta epidemologi Covid-19, semua objek wisata di Sleman tidak masuk dalam zona oranye apalagi zona merah. "Aturannya jelas itu, ada di Instruksi Bupati Sleman juga kalau masuk zona oranye atau zona merah tentu objek wisata tidak dibuka," katanya.

Adapun Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan berdasarkan pemetaan zonasi penyebaran Covid-19 menjelang perayaan Idulfitri terdapat tiga padukuhan yang masuk zona merah. Masing-masing Dusun Bodeh Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Plumbon Kidul (Mororejo, Tempel) dan Sengir (Sumberharjo, Prambanan).

"Berdasarkan Instruksi Bupati Sleman No.11/2021 maka padukuhan zona merah tidak diperbolehkan adanya aktivitas keagamaan [secara berjamaah]. Jadi dilakukan pembatasan aktivitas sosial," jelas Joko.