Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Foto ilustrasi. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, Gunungkidul – Jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di ruas Tawang-Ngalang ditarget selesai 2024. Diperkirakan untuk menyelesaikan jalur ini membutuhkan anggaran sekitar Rp275 miliar.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul membentang dari perbatasan Sleman di Dusun Gembyong, Ngoro-oro sampai Gading di Kapanewon Playen. Hingga saat ini yang terbangun di ruas Gembyong-Tawang dan Ngalang-Gading.
Ia mengungkapkan masih ada jalan baru sepanjang 10 kilometer agar jalur alternatif ini jadi benar-benar tersambung. Rencananya pembangunan akan terbagi dalam lima ruas pengerjaan.
Ruas pertama menghubungkan titik dari Ngoro-oro sampai Kedungkadang, titik kedua menghubungkan antara Kedungkadang-Kepil, titik ketiga Kepil-Bobung. Sedangkan titik keempat menghubungkan Bobung-Ngalang I dan titik kelima menghubungkan Karanganyar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari.
“Tahun ini yang dibangun ruas satu yakni di segmen satu yang menghubungkan Ngoro-oro dengan Kedungkandang dan segmen lima antara Karangayar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari,” kata Wadiyana, Kamis (20/5/2021).
Selain membangun jalan alternatif hingga bisa benar-benar terhubung, rencananya di jalur Ngalang-Ngoro-oro juga dibangun lima jembatan. Rinciannya, dua jembatan sepanjang 200 meter di ruas Kedungkadang-Bobung dan Bobung-Kepil. Sedangkan tiga jembatan lainnya memilik panjang sekitar 70 meter. “Semuanya didanai oleh Pemerintah DIY,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bina Marga DPUP ESDM DIY, Andi Kurniawan Dharma. Menurut dia, untuk pembangunan segmen satu dan lima membutuhkan anggaran sekitar Rp79 miliar. Adapun rinciannya, Rp44 miliar untuk menyelesaikan pembangunan jalan segmen satu sepanjang 1,9 kilometer. Sedangkan sisanya Rp35 miliar untuk membangun segmen lima sepanjang 1,3 kilometer.
“Di segmen lima ada dua jembatan yang dibangun,” katanya.
Andi menambahkan, pihaknya sudah merencanakan pembangunan tiga ruas lainnya. Hasil dari kajian, untuk menyelesaikan tiga ruas yang belum dikerjakan membutuhkan anggaran sekitar Rp275 miliar. “Tahun depan kami ajukan melalui dana keistimewaan. Kalau semuanya lancar, maka jalur alternative Sleman-Gunungkidul di ruas Ngoro-oro-Gading sudah tersambung sepenuhnya di 2024,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Trump menyambut langsung Xi Jinping di bandara AS. Kunjungan tiga hari ini diwarnai agenda perdagangan, teknologi, Taiwan hingga Iran.
Menlu Sugiono akan membawa pesan ketahanan global dalam Sidang Umum PBB ke-81, termasuk isu Palestina dan reformasi PBB.
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.