Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Foto ilustrasi. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, Gunungkidul – Jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di ruas Tawang-Ngalang ditarget selesai 2024. Diperkirakan untuk menyelesaikan jalur ini membutuhkan anggaran sekitar Rp275 miliar.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul membentang dari perbatasan Sleman di Dusun Gembyong, Ngoro-oro sampai Gading di Kapanewon Playen. Hingga saat ini yang terbangun di ruas Gembyong-Tawang dan Ngalang-Gading.
Ia mengungkapkan masih ada jalan baru sepanjang 10 kilometer agar jalur alternatif ini jadi benar-benar tersambung. Rencananya pembangunan akan terbagi dalam lima ruas pengerjaan.
Ruas pertama menghubungkan titik dari Ngoro-oro sampai Kedungkadang, titik kedua menghubungkan antara Kedungkadang-Kepil, titik ketiga Kepil-Bobung. Sedangkan titik keempat menghubungkan Bobung-Ngalang I dan titik kelima menghubungkan Karanganyar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari.
“Tahun ini yang dibangun ruas satu yakni di segmen satu yang menghubungkan Ngoro-oro dengan Kedungkandang dan segmen lima antara Karangayar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari,” kata Wadiyana, Kamis (20/5/2021).
Selain membangun jalan alternatif hingga bisa benar-benar terhubung, rencananya di jalur Ngalang-Ngoro-oro juga dibangun lima jembatan. Rinciannya, dua jembatan sepanjang 200 meter di ruas Kedungkadang-Bobung dan Bobung-Kepil. Sedangkan tiga jembatan lainnya memilik panjang sekitar 70 meter. “Semuanya didanai oleh Pemerintah DIY,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bina Marga DPUP ESDM DIY, Andi Kurniawan Dharma. Menurut dia, untuk pembangunan segmen satu dan lima membutuhkan anggaran sekitar Rp79 miliar. Adapun rinciannya, Rp44 miliar untuk menyelesaikan pembangunan jalan segmen satu sepanjang 1,9 kilometer. Sedangkan sisanya Rp35 miliar untuk membangun segmen lima sepanjang 1,3 kilometer.
“Di segmen lima ada dua jembatan yang dibangun,” katanya.
Andi menambahkan, pihaknya sudah merencanakan pembangunan tiga ruas lainnya. Hasil dari kajian, untuk menyelesaikan tiga ruas yang belum dikerjakan membutuhkan anggaran sekitar Rp275 miliar. “Tahun depan kami ajukan melalui dana keistimewaan. Kalau semuanya lancar, maka jalur alternative Sleman-Gunungkidul di ruas Ngoro-oro-Gading sudah tersambung sepenuhnya di 2024,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Tiga lampu LED proyek Tol Jogja-Solo di Gamping, Sleman, diduga dicuri. Pekerja memergoki pelaku setelah lampu tiba-tiba menghilang.
The Jakmania resmi boikot launching Persija Jakarta dan laga vs Brisbane Roar karena harga tiket naik Rp150 ribu. Manajemen didesak turunkan harga.
Van Gastel menyambut rumor Adidas menjadi apparel baru PSIM Jogja musim 2026/2027. Jersey anyar akan diperkenalkan pada 29 Agustus.
Film "Operasi Pesta Copet" tayang hari ini. Debut sutradara Edy Khemod dengan Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, dan Zulfa Maharani. Simak sinopsis dan daftar pe
Google rilis Gemini 3.5 Transcribe, AI speech-to-text 70% lebih cepat dari Chirp 3. Bisa hilangkan kata pengisi, support 85 bahasa, dan sudah di Gboard Pixel 11