Hari Terakhir PPDB Jogja, Wali Murid Banyak Cabut Berkas Pendaftaran

Sejumlah calon peserta PPDB 2018 mengisi formulir untuk mendaftar sekolah, Selasa (3/7 - 2018).Harian Jogja/Uli febriarni
25 Juni 2021 23:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah wali murid didapati banyak yang mencabut berkas pendaftaran pada hari terakhir proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2021/2022 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Jogja pada Kamis (24/6/2021) kemarin. Aksi itu dilakukan karena nilai yang dimiliki calon murid tidak cukup. Sehingga secara otomatis akan keluar dari sistem real-time pada tiga pilihan sekolah yang dituju.

Kepala SMP Negeri 1 Jogja, Niken Sasanti mengakui bahwa fenomena mencabut berkas pendaftaran oleh wali murid juga ada di sekolah tersebut. Hanya saja jumlahnya tidak banyak. Pencabutan berkas pendaftaran itu disebabkan karena calon murid berkeinginan untuk masuk ke sekolah swasta.

"Iya benar ada satu orang. Si calon murid itu pilihan pertama SMPN 8, pilihan kedua SMPN 1, dan dia sudah tergeser dari SMPN 8 ke SMPN 1, tapi ternyata anaknya memilih ke sekolah swasta," kata Niken, Jumat (25/6/2021).

BACA JUGA: Update Covid Indonesia: Naik 18.872, Ini Data Kasus 9 Hari Terakhir

Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja, Baharuddin Kamba menyebut, pihaknya mendapati bahwa pada hari terakhir pendaftaran PPDB untuk jenjang SMPN di Kota Jogja kemarin hanya sedikit yang mendaftar. Justru yang banyak terjadi adalah mencabut berkas pendaftaran.

Seperti di SMPN 3 Kota Jogja hingga pukul 11.00 Wib aksi cabut berkas pendaftaran ada sebanyak 78 calon murid yang melakukan aksi itu. Di SMP N 15 Kota Jogja hingga pukul 10.50 Wib ada sebanyak 64 yang terdiri dari jalur afirmasi sebanyak 13, jalur mutu 35 dan jalur luar daerah 16.

"Sementara di SMPN 8 Kota Jogja aksi cabut berkas hanya dua calon murid saja," ungkapnya.

Dia menilai, aksi cabut berkas pendaftaran di sejumlah sekolah negeri untuk tingkat SMP itu ditengarai terjadi karena nilai yang dimiliki siswa tidak cukup. Sehingga secara otomatis keluar dari sistem rela-time pada tiga pilihan sekolah yang dituju.

"Sebenarnya dari awal mendaftar orang tua siswa (semua jalur PPDB) sudah bisa memprediksi apakah nilai anaknya mampu masuk pada sekolah yang dituju atau tidak," katanya.

Forpi Kota Yogyakarta berharap kepada orang tua maupun calon murid yang tidak diterima di sekolah negeri agar tidak patah semangat. Karena masih banyak sekolah swasta yang mutu dan fasilitasnya tidak kalah jauh lebih baik dengan sekolah negeri.