Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Warga di Karanganom, Kalurahan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Kamis (1/7/2021) dibikin gempar dengan ditemukannya, seorang pria, G yang meninggal dunia dengan mulut berbusa. Jenazah pria berusia 46 tahun itu kali pertama ditemukan di kamar tidur rumahnya.
Kanit Reskrim Polsek Piyungan Iptu Wahyu Tri Wibowo mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh Bernadi, 44, tetangganya pada pukul 09.00 WIB. Saat itu, Bernadi hendak mengantar bubur untuk korban, namun saat dipanggil, korban tidak merespon.
“Lalu saksi mengecek korban bersama pak RT setempat dengan melihatnya dari lubang loster. Namun, tetap saja, korban yang terlihat di dalam kamar tidak merespon,” katanya.
Karena tidak ada respon dari korban, maka Bernadi bersama Pak RT meminta bantuan tetangga sekitar untuk membuka pintu dan menghubungi Polsek Piyungan. Petugas dan warga langsung menuju ke lokasi.
“Dari hasil pemeriksaan, korban telah meninggal lebih dari 12 jam dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Sehingga kuat dugaan bahwa korban meninggal karena sakit. Saat ini jenazah sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” ucap Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.