Parkir QRIS di Bantul Belum Berjalan, Dishub Masih Siapkan Sistem
Penerapan parkir QRIS di Bantul belum direalisasikan. Dishub masih mematangkan aplikasi, koordinasi dengan BPD DIY, dan kesiapan juru parkir.
Personel kepolisian saat mengevakuasi jenazah seorang pria warga Jakarta Timur yang ditemukan meninggal dunia penuh luka di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis pada Rabu (28/1/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Parangtritis dikejutkan penemuan sesosok mayat laki-laki dengan kondisi penuh luka di area Gumuk Pasir Grogol IX, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Rabu pagi (28/1/2026), yang langsung memicu penyelidikan aparat kepolisian.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ketika seorang warga setempat tengah mencari rumput di sekitar gumuk pasir. Dari kejauhan, saksi melihat sosok laki-laki tergeletak di semak-semak dan sempat mengira korban hanya tertidur. Setelah didekati, korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan tampak mengalami luka-luka di tubuhnya.
“Saksi melihat seorang laki-laki tergeletak di semak-semak area gumuk pasir, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke petugas,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto.
Saksi kemudian menghubungi anggota SAR Parangtritis. Informasi itu diteruskan ke Polsek Kretek sehingga aparat bergerak cepat menuju lokasi. Tim gabungan dari Polsek Kretek, Inafis Polres Bantul, Dokes Polres Bantul, Puskesmas Kretek, PMI Bantul, SAR Parangtritis, hingga Ditpolairud Polda DIY langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil pemeriksaan Inafis Polres Bantul menunjukkan korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kedua kaki menekuk. Korban mengenakan celana pendek hitam, kaos dalam putih, serta kaos kerah biru yang tersingkap. Pada tubuh korban terdapat sejumlah luka, mulai dari lebam di sekitar kedua mata, luka di pelipis kanan sepanjang sekitar 4 sentimeter, luka di pangkal hidung, lebam di sekitar mulut kiri, luka sobek pada daun telinga kiri dan kanan, rahang kiri bengkak, hingga lebam di bagian leher depan.
“Dari pemeriksaan awal, terlihat adanya banyak luka dan lebam di tubuh korban, terutama di bagian kepala dan wajah,” jelas Rita.
Pemeriksaan medis oleh Puskesmas Kretek menyebutkan korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari dua jam sebelum ditemukan. Usia korban diperkirakan sekitar 60 tahun dengan tinggi badan sekitar 160 sentimeter.
Identitas korban kemudian diketahui berinisial HM, 68, seorang karyawan swasta asal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Proses identifikasi dilakukan menggunakan alat Inafis Portable System dengan pencocokan sidik jari telunjuk tangan kanan korban.
“Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian korban, termasuk mendalami asal-usul luka-luka yang ditemukan di tubuh korban,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penerapan parkir QRIS di Bantul belum direalisasikan. Dishub masih mematangkan aplikasi, koordinasi dengan BPD DIY, dan kesiapan juru parkir.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.