RSUD Nyi Ageng Serang Kekurangan Oksigen, IGD Ditutup

Ilustrasi. - Freepik
01 Juli 2021 10:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Minimnya ketersediaan oksigen berimbas pada ditutupnya instalasi gawat darurat milik rumah sakit umum daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang. Saat ini, RSUD Nyi Ageng Serang masih menunggu pasokan gas dari distributor.

Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Hunik Rimawati mengatakan minimnya stok oksigen sudah terjadi sejak empat hari terakhir. Penggunaan oksigen di RSUD Nyi Ageng Serang didominasi oleh pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami masih menunggu kiriman oksigen dari distributor. Rencananya kami mendapatkan pasokan oksigen lagi sekitar 20 sampai dengan 25 tabung. Kami berupaya untuk menata ketersediaan oksigen yang masih ada supaya cukup untuk mencukupi kebutuhan 24 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih dirawat," kata Bu Hunik pada Rabu (30/6/2021).

Lebih lanjut, RSUD Nyi Ageng Serang bahkan sempat merujuk dua pasien positif Covid-19 ke RS lain guna mendapatkan perawatan medis lanjut. Dikarenakan, dua pasien tersebut membutuhkan oksigen yang cukup banyak.

Ketersediaan oksigen yang terbatas akhirnya membuat RSUD Nyi Ageng Serang menutup pelayanan instalasi gawat darurat (IGD) sementara waktu. Penutupan IGD dilakukan pada Rabu (30/6/2021) sampai dengan Kamis (1/7/2021).

Baca juga: 262 WBP Dinyatakan Sembuh Covid 19, Kadivpas Apresiasi Keberhasilan Satgas Internal Lapas Narkotika Yogyakarta

"Karena kami sangat tergantung pada pasokan oksigen dari Jogja. Maka, kami menutup sementara (pelayanan IGD) ini dengan berat hati. Selama empat hari terakhir ini, kami meminjam stok oksigen ke puskesmas dan RSUD Wates," kata Hunik.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan upaya antisipasi yang dilakukan oleh gugus tugas dalam menghadapi tingginya kebutuhan akan oksigen dengan mencari supplier oksigen selain dari wilayah DIY.

"Cadangan oksigen juga patut diwaspadai oleh rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien positif Covid-19 di kabupaten Kulonprogo. Dikarenakan, cadangan akan oksigen di RSUD Nyi Ageng Serang sempat menipis," kata Baning.

"Untuk RSUD Nyi Ageng Serang sempat kurang. Saat ini, kita sudah support RSUD Nyi Ageng Serang dengan mendatangkan supplier oksigen dari Solo," sambung Baning.