Faskes Gunungkidul Masih Kekurangan Dokter Spesialis
Dinkes Gunungkidul mengakui jumlah dokter spesialis masih kurang. Dari 11 lowongan CPNS, hanya satu formasi yang terisi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mendukung penuh upaya vaksinasi untuk anak sekolah. Meski demikian, untuk teknis pelaksanaan diserahkan sepenuhya ke Dinas Kesehatan selaku OPD teknis yang menangani.
“Kami dukung itu, tapi untuk pelaksanaan biar dinas kesehatan yang mengurusi. Merekalah yang paham berkaitan dengan masalah ini,” kata Ali kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).
Menurut dia, untuk pelaksanaan disdikpora siap berkoordinasi salah satunya menyiapkan sasaran yang akan divaksin. “Kami akan bantu karena vaksinasi sebagai upaya menangkal virus corona,” katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Gunungkidul ini mengungkapkan, sasaran vaksin telah diberikan kepada ribuan tenaga pendidik di Bumi Handayani. Diharapkan pada saat kegiatan belajar mengajar sekolah diperbolehkan, para guru ini bisa melaksanakan kegiatan tatap muka dengan para murid.
“Memang sekarang belum boleh. Tapi, saat sudah boleh melaksanakan kegiatan tatap muka, maka guru yang telah divaksin wajib menggelar pertemuan di sekolah,” katanya.
Ia tidak menampik, pandemi Covid-19 berdampak terhadap pembelajaran di sekolah. Sejak wabah ini masuk ke Indonesia, kegiatan belajar dilakukan secara daring dengan tujuan menghindarkan penularan virus di lingkungan sekolah.
Baca juga: Vaksinasi Bisa Dilayani di Bandara, Stasiun dan Pelabuhan, Ini Daftarnya
Upaya menggelar pertemuan sekolah juga sudah sempat diwacanakan. Namun, kebijakan ini urang terlaksana karena kasus corona mengalami lonjakan signifikan sehingga diterapkan PPKM Darurat untuk menekan laju penularan.
“Sebenarnya banyak sekolah sudah siap, tapi ternyata belum bisa seiring diterapkannya PPKM Darurat,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, vaksinasi anak belum masuk rencana dalam waktu dekat ini. pasalnya, program masih fokus pada vaksinasi orang dewasa ke atas.
“Memang sudah ada program vaksinasi untuk anak, tapi kami masih mengejar capaian untuk orang dewasa. Jadi vaksin anak belum masuk prioritas,” kata Dewi.
Dia menjelaskan, untuk vaksin sudah menyasar ke sejumlah kelompok seperti tenaga kesehatan, lansia dan petugas pelayanan publik. Selain itu, juga sudah memulai vaksin untuk kelompok rentan dan masyarakat umum.
“Untuk stok vaksin masih aman. Target kami 70% penduduk di Gunungkidul akan divaksin guna mencegah penularan virus ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Gunungkidul mengakui jumlah dokter spesialis masih kurang. Dari 11 lowongan CPNS, hanya satu formasi yang terisi.
Agnez Mo ketahuan rehearsal di SUGBK dan disebut membawakan Indonesia Pusaka. Benarkah ia akan tampil di pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026?
QJMotor X-Adventure 900 dikabarkan membawa mesin 904 cc bertenaga sekitar 95 HP. DCT, Brembo, Marzocchi, dan debut EICMA masih belum resmi
Pesan WhatsApp yang terhapus mungkin masih terlihat lewat Riwayat Notifikasi Android. Simak cara mengaktifkan fitur di Google Pixel dan Samsung.
Aturan tekanan ban MotoGP mewajibkan batas minimum 1,80 bar depan dan 1,68 bar belakang. Pelanggaran bisa berujung penalti 16 detik.
HP Android ini memiliki desain kamera horizontal yang sekilas mirip iPhone Air. Harganya beragam, mulai Rp1 jutaan hingga Rp12 jutaan.