Vaksin Anak Diserahkan Sepenuhnya ke Dinas Kesehatan Gunungkidul

Ilustrasi. - Freepik
09 Juli 2021 13:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mendukung penuh upaya vaksinasi untuk anak sekolah. Meski demikian, untuk teknis pelaksanaan diserahkan sepenuhya ke Dinas Kesehatan selaku OPD teknis yang menangani.

“Kami dukung itu, tapi untuk pelaksanaan biar dinas kesehatan yang mengurusi. Merekalah yang paham berkaitan dengan masalah ini,” kata Ali kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).

Menurut dia, untuk pelaksanaan disdikpora siap berkoordinasi salah satunya menyiapkan sasaran yang akan divaksin. “Kami akan bantu karena vaksinasi sebagai upaya menangkal virus corona,” katanya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Gunungkidul ini mengungkapkan, sasaran vaksin telah diberikan kepada ribuan tenaga pendidik di Bumi Handayani. Diharapkan pada saat kegiatan belajar mengajar sekolah diperbolehkan, para guru ini bisa melaksanakan kegiatan tatap muka dengan para murid.

“Memang sekarang belum boleh. Tapi, saat sudah boleh melaksanakan kegiatan tatap muka, maka guru yang telah divaksin wajib menggelar pertemuan di sekolah,” katanya.

Ia tidak menampik, pandemi Covid-19 berdampak terhadap pembelajaran di sekolah. Sejak wabah ini masuk ke Indonesia, kegiatan belajar dilakukan secara daring dengan tujuan menghindarkan penularan virus di lingkungan sekolah.

Baca juga: Vaksinasi Bisa Dilayani di Bandara, Stasiun dan Pelabuhan, Ini Daftarnya

Upaya menggelar pertemuan sekolah juga sudah sempat diwacanakan. Namun, kebijakan ini urang terlaksana karena kasus corona mengalami lonjakan signifikan sehingga diterapkan PPKM Darurat untuk menekan laju penularan.

“Sebenarnya banyak sekolah sudah siap, tapi ternyata belum bisa seiring diterapkannya PPKM Darurat,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, vaksinasi anak belum masuk rencana dalam waktu dekat ini. pasalnya, program masih fokus pada vaksinasi orang dewasa ke atas.

“Memang sudah ada program vaksinasi untuk anak, tapi kami masih mengejar capaian untuk orang dewasa. Jadi vaksin anak belum masuk prioritas,” kata Dewi.

Dia menjelaskan, untuk vaksin sudah menyasar ke sejumlah kelompok seperti tenaga kesehatan, lansia dan petugas pelayanan publik. Selain itu, juga sudah memulai vaksin untuk kelompok rentan dan masyarakat umum.

“Untuk stok vaksin masih aman. Target kami 70% penduduk di Gunungkidul akan divaksin guna mencegah penularan virus ini,” katanya.