40 Ribu Lebih Kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul Aktif Lagi
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mendukung penuh upaya vaksinasi untuk anak sekolah. Meski demikian, untuk teknis pelaksanaan diserahkan sepenuhya ke Dinas Kesehatan selaku OPD teknis yang menangani.
“Kami dukung itu, tapi untuk pelaksanaan biar dinas kesehatan yang mengurusi. Merekalah yang paham berkaitan dengan masalah ini,” kata Ali kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).
Menurut dia, untuk pelaksanaan disdikpora siap berkoordinasi salah satunya menyiapkan sasaran yang akan divaksin. “Kami akan bantu karena vaksinasi sebagai upaya menangkal virus corona,” katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Gunungkidul ini mengungkapkan, sasaran vaksin telah diberikan kepada ribuan tenaga pendidik di Bumi Handayani. Diharapkan pada saat kegiatan belajar mengajar sekolah diperbolehkan, para guru ini bisa melaksanakan kegiatan tatap muka dengan para murid.
“Memang sekarang belum boleh. Tapi, saat sudah boleh melaksanakan kegiatan tatap muka, maka guru yang telah divaksin wajib menggelar pertemuan di sekolah,” katanya.
Ia tidak menampik, pandemi Covid-19 berdampak terhadap pembelajaran di sekolah. Sejak wabah ini masuk ke Indonesia, kegiatan belajar dilakukan secara daring dengan tujuan menghindarkan penularan virus di lingkungan sekolah.
Baca juga: Vaksinasi Bisa Dilayani di Bandara, Stasiun dan Pelabuhan, Ini Daftarnya
Upaya menggelar pertemuan sekolah juga sudah sempat diwacanakan. Namun, kebijakan ini urang terlaksana karena kasus corona mengalami lonjakan signifikan sehingga diterapkan PPKM Darurat untuk menekan laju penularan.
“Sebenarnya banyak sekolah sudah siap, tapi ternyata belum bisa seiring diterapkannya PPKM Darurat,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, vaksinasi anak belum masuk rencana dalam waktu dekat ini. pasalnya, program masih fokus pada vaksinasi orang dewasa ke atas.
“Memang sudah ada program vaksinasi untuk anak, tapi kami masih mengejar capaian untuk orang dewasa. Jadi vaksin anak belum masuk prioritas,” kata Dewi.
Dia menjelaskan, untuk vaksin sudah menyasar ke sejumlah kelompok seperti tenaga kesehatan, lansia dan petugas pelayanan publik. Selain itu, juga sudah memulai vaksin untuk kelompok rentan dan masyarakat umum.
“Untuk stok vaksin masih aman. Target kami 70% penduduk di Gunungkidul akan divaksin guna mencegah penularan virus ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.