Covid-19 DIY Terus Melonjak, Kini 1.809 Kasus Positif dalam Sehari

Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, Minggu (4/7/2021). - Antara/Hendra Nurdiyansyah
10 Juli 2021 18:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kasus Covid-19 DIY terus meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan meski sudah ditetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 Juli 2021.

Pada hari kedelapan PPKM Darurat atau 10 Juli 2021, tercatat 1.809 kasus positif Covid-19 di DIY, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi  74.368.

Penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak dari Jogja 565 kasus,disusul Sleman 548 kasus, Bantul 357 kasus, Gunungkidul 251 kasus, dan Kulonprogo 88 kasus. Penambahan kasus positif ini berdasarkan pemeriksaan harian terhadap 5.983 sampel dan 5.896.

Sementara, total sampel yang diperiksa sebanyak 401.103 dan total orang yang diperiksa sebanyak 374.571. Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, mengatakan berdasarkan riwayat, penambahan kasus positif terbanyak dari tracing kontak kasus positif 1.507 kasus.

“Berdasarkan periksa mandiri  258 Kasus, screening karyawan kesehatan 19 kasus, dan belum ada info atau belum diketahui riwayatnya sebanyak 25 kasus,” kata Ditya, Sabtu (10/7/2021).

Pada hari yang sama juga terjadi penambahan kasus meninggal dunia sebanyak 37 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi  1.929 kasus. Kasus meninggal dunia karena Covid-19 terbanyak dari Sleman 19 orang, kemudian Jogja tujuh orang, Bantul lima orang, Gunungkidul empat orang, dan Kulonprogo dua orang. Case fatality rate 2,59%

Sementara penambahan kasus sembuh sebanyak 717 kasus, sehingga total sembuh menjadi 54.938 kasus. Penambahan kasus sembuh dari Jogja 179 kasus, Bantul 274 kasus, Kulonprogo 34 kasus, Gunungkidul 89 kasus, dan Sleman 141 kasus. Case recovery rate atau tingkat kesembuhan 73,87%

Adapun ketersediaan tempat tidur khusus pasien Covid-19 sampai saat ini untuk tempat tidur nonkritikal dari 1.334 yang ada telah digunakan 1.312 sehingga bed occupancy rate (BOR) mencapai 98,35%. Sementara bed kritikal dari 146 telah digunakan 120 bed sehingga BOR mencapai 82,19%.