Bupati Sleman Berduka atas Kecelakaan Suporter PSS di Tol Madiun, Ini Pesannya
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN- Penerapan PPKM Darurat hingga 20 Juli atau bertepatan dengan perayaan Iduladha, berdampak pada peningkatan warga untuk mengajukan izin pemotongan hewan kurban di luar Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) Sleman.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Supramono mengatakan untuk kegiatan pemotongan hewan kurban, Bupati Sleman sudah menerbitkan SE 451/01857 terkait pedoman pemotongan hewan kurban. Dalam SE tersebut disebutkan, pemotongan hewan kurban wajib di RPH-R untuk mencegah kerumunan dan memenuhi kaidah kesehatan masyarakat veterirer dan kesejahteraan hewan.
BACA JUGA : Sapi Milik Guru di Sleman Jadi Hewan Kurban Presiden Jokowi
Hanya saja, jika kapasitas pemotongan di RPH-R belum memenuhi, maka masyarakat bisa melakukan pemotongan hewan di luar RPH-R. Dengan syarat, Panitia pemotongan hewan kurban mengajukan izin ke DP3 Sleman melalui masing-masing kapanewon.
"Sampai saat ini data per Jumat [16/7] rekomendasi ijin pemotongan yang dikeluarkan DP3 sebanyak 661 titik. Ini berasal dari titik pemotongan tahun lalu sebanyak 2.352 titik pemotongan," kata Suparmono kepada Harian Jogja, Minggu (18/7/2021).
Jumlah tersebut, lanjut Suparmono bisa bertambah karena proses perizinan ditunggu hingga Senin (19/7) hari ini. Namun bila dibandingkan tahun lalu, katanya, jumlah lokasi pemotongan yang meminta rekomendasi mengalami kenaikan. Sebab tahun lalu, Dinas hanya menerima 120 titik pengajuan izin pemotongan di luar RPH-R.
"Tahun lalu yang minta rekomendasi tidak sebanyak sekarang karena tahun lalu pemberian rekomendasi terpusat di Dinas. Sekarang di masing-masing kapanewon," katanya.
BACA JUGA : Hindari Penumpukan di Hari Raya, Pemotongan Hewan Kurban Disarankan Saat Hari Tasrik
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini, kata Suparmono, digelar sehari setelah Iduladha. Yakni, dilaksanakan dalam waktu tiga hari pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah atau tanggal 21, 22 dan 23 Juli 2021.
Dia belum bisa memprediksi apakah ada penurunan jumlah hewan kurban yang dipotong pada Iduladha tahun ini. Namun berkaca pada pemotongan hewan kurban tahun lalu, terjadi penuruna jumlah hewan kurban yang dipotong karena pandemi Covid-19.
"Data pemotongan hewan kurban tahun 2020 terjadi penurunan 0,092% dibandingkan dengan data pemotongan tahun 2019 dikarenakan adanya pandemi Covid 19," katanya.
Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Potong Hewan, Yuda Andi Nugroho mengatakan jumlah hewan kurban yang dipotong di RPH-R Sleman dibatasi hanya 25 ekor dalam sehari. Hal ini dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan PPKM Darurat dan Inbup Sleman.
"Kapasitas 25 ekor/hari, karena PPKM Darurat dan ada SE dari Bupati Sleman. Hari H Iduladha pada 20 Juli, kami tidak melakukan pemotongan kurban di RPH," katanya.
BACA JUGA : Ini Tips Aman Membeli Hewan Kurban Saat Pandemi Covid
Untuk saat ini, lanjut Yuda, panitia atau takmir yang mengajukan pemotongan hewan kurban di RPH-R Sleman sebanyak 50an ekor sapi. "Ini yang sudah terdaftar. Belum hari Senin. Kami himbau agar pemotongan kurban dilakukan di RPH karena dilaksanakan sesuai prokes dan membatasi orang atau panitia yang datang ke RPH," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.
Ahli paru Tjandra Yoga Aditama mengingatkan risiko vape, mulai dari cedera paru-paru hingga gangguan kardiovaskular dan perkembangan otak.
SPPG Banjarharjo II di Muntuk, Dlingo, Bantul, kembali beroperasi sejak 19 Oktober setelah melengkapi kebutuhan tenaga inti.
Pemkab Bantul menyiapkan pemindahan rute jeep wisata dari zona inti ke zona penyangga Gumuk Pasir untuk menjaga kelestarian bentang alam barchan.
Kementerian PKP menargetkan bedah 10.300 rumah tak layak huni di DKI Jakarta pada 2026 untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.