Sapi Milik Guru di Sleman Jadi Hewan Kurban Presiden Jokowi

Wasono, bersama Si Bali, hewan kurban yang menjadi pilihan Presiden Jokowi untuk dikirim ke warga Umbulsariz Srimartani, Piyungan, Sabtu (17/7/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamied Razak
17 Juli 2021 19:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Seekor sapi jenis peranakan ongole (PO) yang dipelihara oleh seorang guru di Sleman, menjadi salah satu sapi pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dikurbankan pada Iduladha tahun ini.

Pemilik sapi Wasono mengaku baru mengetahui sapi miliknya terpilih sebagai sapi kurban Presiden sekitar empat hari lalu. Ia tak menyangka sapinya menjadi salah satu hewan kurban yang dipilih oleh tim orang nomor satu di Indonesia.

BACA JUGA: Menag Ajak Ormas Islam Imbau Umat Tak Mudik saat Iduladha

"Ndak mimpi apa-apa, saya hanya bersyukur sapi saya bisa terpilih. Saat diikutkan seleksi ya pasrah saja, soalnya sapi yang lain bobotnya lebih berat," kata warga Wonokerso, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak ini, Sabtu (17/7/2021).

Ia bercerita, sapi yang diberi nama Si Bali itu harus bersaing ketat dengan 12 sapi lainnya di DIY yang masuk seleksi. Padahal usianya baru empat tahun dan beratnya sekitar 800 kg. Sapi itu biasanya juga dibuat menarik gerobak untuk hiburan.

"Sebenarnya kalau dilihat dari sisi bobotnya, sapi saya ini masih kalah jauh dengan sapi-sapi yang lolos seleksi. Tetapi mungkin ada penilaian lainnya, terutama pada masalah kesehatan. Tidak ada penyakitnya," kata Wasono.

BACA JUGA: Pakar Kuliner UGM: Indonesia Punya 104 Jenis Nasi Goreng

Guru di SMK Muhammadiyah Mlati ini mengaku sudah menyiapkan Si Bali sejak enam bulan sebelumnya. Ini tahun kedua Wasono menyiapkan sapi kurban untuk Presiden. Wasono pernah mengikutkan salah satu sapinya pada seleksi tahun lalu, namun gagal.

Meski gagal, angan-angan Waseno untuk menawarkan sapi PO yang berkualitas tak sirna. Ia belajar dari kegagalan tahun lalu saat sapinya tidak terpilih lantaran masih terdeteksi ada telur cacingnya. Menurutnya, telur cacing pada sapi itu sulit dideteksi kecuali melalui uji laboratorium.

"Untuk menjadi hewan kurban Presiden memang melewati serangkaian seleksi. Proses seleksinya pun tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama," kata suami dari Eli Wahyuningsih ini. 

Wasono beternak sapi sejak usia SMP. Ia belajar ternak sapi dari orang tuanya. Semua sapi yang dipelihara jenis PO. Selain memang gemar beternak, sapi yang dipelihara digunakan untuk tabungan keluarga.

"Ini jenis PO, sudah saya rawat 2,5 tahun. Kalau yang satunya adiknya, usianya baru 2,5 tahun. Kalau sampai empat tahun nanti, bobotnya bisa lebih dari kakaknya," kata ayah dua putri ini.

Ia merawat sapi seperti kebanyakan peternak. Bibit sapi jadi faktor utama yang menentukan. Setelah lolos seleksi, ia merawat Si Bali lebih intensif lagi dan menghindari paparan penyakit. "Dulu saya beli Rp27,5 juta dengan bobot sekitar 500 kg. Saat ini dibeli Pak Presiden Rp60 juta. Ya rezeki saya," ujarnya sumringah.

BACA JUGA: Covid Indonesia Hari Ini: Kasus Positif 51.952, Meninggal 1.092

Sapi tersebut nyaris saja terjual Rp45 juta saat Wasono menunggu proses seleksi belum kelar. Pembelinya orang Kediri, Jawa Timur. Namun karena pembeli minta Si Bali dibawa ke Kediri lebih dulu untuk melihat kondisinya, Wasono enggan.

"Soalnya masa pandemi Covid-19 dan ada PPKM Darurat, ya akhirnya enggak jadi ke Kediri. Tahu-tahu ada info dari dinas kalau Si Bali lolos seleksi," katanya.

Plt Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan sapi milik salah seorang warganya yang dipilih menjadi hewan kurban Presiden Jokowi. "Ya sapi milik pak Wasono, itu untuk banpres (bantuan presiden) untuk hewan kurban. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan cek laboratorium kondisi sapi sehat," katanya.

Rencananya, kata Suparmono, sapi tersebut akan dikirim ke Takmir Masjid Masjid Jami Al Akbar di Umbulsari RT 01, Srimartani, Piyungan, Bantul.