28 Warga Gunungkidul Meninggal karena Covid-19, 7 Diantaranya saat Isoman di Rumah

Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik. - Ist/FOTO ANTARA
19 Juli 2021 20:27 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sejumlah warga di Gunungkidul meninggal saat isolasi mandiri di rumah.

Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memecahkan rekor sebanyak 28 kasus, tujuh diantaranya meninggal saat melakukan isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Senin, mengatakan dengan penambahan 28 kasus meninggal, total menjadi 558 kasus.

"Penambahan kasus meninggal berstatus terkonfirmasi positif COVID-19 ini yang tertinggi sejak awal pandemi COVID-19," kata Dewi.

Ia juga mengakui banyak pasien terkonfirmasi COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri meninggal dunia. Hal ini dikarenakan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19 mencapai 80 persen, namun antrean di Instalasi Gawat Dararut banyak.

BACA JUGA: Covid-19 DIY Hari Ini Bertambah 1.992 Kasus dalam Sehari, 56 Meninggal Dunia

"Kami berupaya memberikan pelayanan maksimal bagi pasien terkonfirmasi COVID-19. Pasien terkonfirmasi COVID-19 yang meninggal mayoritas memiliki komorbid atau penyakit penyerta dan usia di atas 60 tahun," katanya.

Berdasarkan data dari Dinkes Gunungkidul, hari ini ada penambahan 111 kasus baru terkonfirmasi COVID-19. Sedangkan untuk jumlah kasus sembuh bertambah 249 orang. Data akumulasi kasus terkonfirmasi COVID-19 selama pandemi tercatat sebanyak 11.917. Rinciannya kasus sembuh 8.230, kasus dirawat bertambah 83 sehingga menjadi 3.129 dan kasus meninggal mencapai 558 orang.

"Kami mengimbau kepada masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," imbaunya.

Sumber : Antara