Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY belum bisa menyalurkan bantuan sosial tunai dari APBD DIY kepada warga yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau PPKM Level 4, karena masih melakukan refocusing atau pergeseran anggaran baik APBD murni maupun Dana Keistimewaan (Danais).
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pergeseran anggaran untuk kegiatan rutin di masing-masing organisasi perangkat daerah kepada penanganan Covid-19 termasuk bantuan sosial di dalamnya baru dalam tahap pembahasan.
Di samping pembahasan anggaran, pihaknya juga sudah meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk mendata siapa saja warga dan pelaku usaha mikro yang terdampak namun belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat.
BACA JUGA: Fairuz A Rafiq Umumkan Hamil Anak Ketiga
“Bansos yang akan kita beri masih tahap pendataan, kita kumpulkan data siapa saja yang belum medapatkan jatah bansos. Ini bukan perkara mudah karena bansos ada yang diberikan rutin, ada PKH [Program Keluarga Harapan, adan sembako [Bantuan Pangan Non Tunai], ada dari kepolisian, yang belum mendapatkan akan diberikan,” kata Baskara Aji, Kamis (22/7/2021).
Menurut Aji pendataan penting dialakukan supaya tidak ada yang data ganda yang mendapatkan bantuan. Saat ini Pemerintah Pusat tengah mendistribusikan bantuan sosial tunai untuk warga yang terdampak pandemi. Pada sisi lain bantuan PKH dan BPNT juga berjalan seperti biasa. “Sekarang ini kita masih mencari siapa saja yang sudah mendapatkan bantuan dan yang belum mendapatkan bantuan,” ucap Baskara Aji.
Lebih lanjut Baskara Aji mengatakan selain untuk bansoso pergerseran anggaran rutin juga akan dialokasikan untuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, belanja alat pelindung diri (APD) sampai pengadaan peti jenazah untuk pemakaman pasien Covid-19.
Dia berharap pergeseran anggaran selesai paling lambat akhir bulan ini atau Agustus mendatang, sehingga Agustus bansos bisa dicairkan. “Lebih cepat lebih baik, kalau bisa Agustus sudah mulai peluncuran. Kita lakukan percepatan,” ucap Baskara Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.933 per dolar AS pada Kamis 11 Juni 2026. Pasar menanti data inflasi AS dan penjualan ritel Indonesia.
Pemkot Pekalongan, Polres, dan Kemenag melatih pengasuh pesantren untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual terhadap santri.
Pemkab Sleman menggandeng BSI untuk memperluas pembayaran pajak digital guna mengejar target penerimaan pajak daerah Rp1,3 triliun.
BI Rate naik menjadi 5,5%. APPI menilai dampak terbesar akan dirasakan nasabah baru yang mengajukan kredit karena bunga berpotensi meningkat.
BKPSDM Kota Jogja mengingatkan ASN yang live media sosial untuk kepentingan pribadi saat jam kerja berpotensi melanggar disiplin dan terkena sanksi.