Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mendorong Pemkab Gunungkidul memprioritaskan warga di 58 kalurahan yang menyelenggarakan pilihan lurah mendapatkan prioritas untuk divaksin Covid-19. Langkah ini untuk mencegah munculnya klaster penularan dari penyelenggaraan pilihan lurah.
“Tahapan sudah mulai dan potensi adanya perkumpulan atau kerumunan sangat mungkin dan ini harus diantisipasi agar tidak terjadi klaster penularan,” kata Ery, Kamis (22/7/2021).
Menurut dia, percepatan vaksinasi bagi warga di 58 kalurahan sangat penting agar pelaksanaan tahapan pilihan luran dapat berjalan dengan aman, lancar dan juga sehat. “Jadi saya mendorong agar kalurahan-kalurahan yang menyelenggarakan pilihan lurah bisa mendapatkan prioritas vaksin corona,” katanya.
Selain upaya percepatan vaksin, Ery mengingatkan dalam pelaksanaan tahapan harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyeberan virus. “Kami di komisi A terus lakukan pemantauan. Dalam rapat koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sudah ada komitmen ini, salah satunya membatasi jumlah pemilih di TPS maksimal 300 orang. Selain itu, ada juga pelaksanaan coblosan juga mengacu protokol kesehatan sama seperti saat penyelenggaraan pilkada di tahun lalu,” ungkapnya.
Baca juga: Ketua DPR Minta Pemerintah Tidak Tutupi Data agar Dibilang Berhasil Tangani Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, proses vaksinasi terus berjalan. Namun, untuk sekarang belum ada program untuk mempercepat vaksinasi bagi warga di kalurahan yang menyelenggarakan pilihan.
“Target masih sama yakni sasaran vaksin untuk petugas medis, sektor pelayanan publik, lansia, masyarakat rentan dan masyarakat umum,” katanya.
Meski demikian, Dewi tidak menampik pada saat jelang pemilihan, proses vaksinasi dapat difokuskan tehadap wilayah-wilayah yang menyelenggarakan coblosan. “Untuk sekarang memang belum, tapi ke depannya bisa dilakukan guna memastikan kesehatan warga saat pemilihan berlangsung,” katanya.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M Farkhan mengatakan, tahapan pilihan lurah terus berjalan dan tak terganggu dengan adanya pemberlakuan PPKM Darurat. Rencananya coblosan di 58 kalurahan akan diselenggarakan pada 30 Oktober mendatang.
Guna memperlancar penyelenggaraan pilihan lurah secara serentak, Pemkab Gunungkidul telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,1 miliar. Jumlah ini ada penambahan sekitar Rp800 juta dari pagu awal yang disediakan dalam APBD 2021.
“Awalnya hanya Rp3,3 miliar untuk diberikan ke kalurahan yang menyelenggarakan pilihan. Tapi berhubung masih dalam masa pandemi, maka ada tambahan untuk memastikan penyelenggaraan bisa berjalan sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Veda Ega Pratama mengalami cedera punggung setelah crash, tetapi Honda Team Asia memastikan pembalap Indonesia itu siap tampil di Moto3 San Marino.
Timnas Basket Indonesia kalah 48-102 dari Korea Selatan pada penyisihan Pool A Asian Games 2026 di Aichi International Arena.
Fenomena langit September 2026 menghadirkan lima planet, Bimasakti, aurora, hingga Harvest Moon yang menarik diamati sepanjang bulan.
Tim bulu tangkis Indonesia menjalani TC di Tokyo 13-17 September sebelum Asian Games 2026 untuk mematangkan teknik, fisik, mental, dan kekompakan.
16 game gratis Android 2026 dari Free Fire, PUBG Mobile hingga Genshin Impact, cocok untuk sesi singkat maupun bermain berjam-jam.