Penggunaan Selter Wanagama Masih Belum Jelas

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
24 Juli 2021 11:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemkab Gunungkidul telah mewacanakan penggunaan Wisma Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen sebagai tempat atau selter perawatan pasien positif Covid-19. Meski demikian, hingga sekarang belum ada kepastian kapan wisma milik UGM itu akan digunakan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mengatakan, rencana pemanfaatan Wisma Wanagama untuk selter sudah didengar sejak pertengahan Juni lalu. Akan tetapi, belum ada realisasi hingga saat ini.

“Jangan lama karena banyak yang membutuhkan agar pasien corona dapat tertangani dengan baik sehingga angka kematian bisa ditekan,” katanya, Jumat (23/7/2021).

Menurut dia, untuk pemanfaatan selter Wanagama sudah ada kontak dengan Sekretaris Daerah maupun Wakil Bupati Gunungkidul. Hasilnya, proses penyiapan lokasi masih berlangsung. Salah satunya menyangkut tenaga medis yang ditugaskan di lokasi selter.

“Jangan hanya persiapan, tapi segera dilaksanakan. Toh sudah ada bantuan untuk operasional dari Pemerintah DIY sehingga harus dimanfaatkan,” katanya.

Baca juga: Ini 4 Pertimbangan Pemerintah Melonggarkan PPKM Mulai 26 Juli

Ari menambahkan, keberadaan selter sangat dibutuhkan untuk perawatan pasien corona. Hal ini dikarenakan selter-selter di kapanewon maupun kalurahan tidak berjalan dengan baik. Sedangkan adanya kebijakan isolasi mandiri juga masalah karena ada pasien yang meninggal dunia serta berpotensi menularkan virus ke anggota keluarga lainnya.

Terpisah, Kepala Seksi Perlindunga Jaminan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Suyatin mengatakan, untuk selter di Wisma Wanagama masih dalam pembahasan. Oleh karenanya, lokasi tersebut belum bisa digunakan penampungan dan karantina bagi pasien corona. “Masih dalam proses,” katanya.

Menurut dia, pendirian selter tidak hanya dilaksanakan di Wisma Wanagama. Pasalnya, lokasi penampungan sudah didirikan di Kalurahan Pertir, Rongkop.

Lokasi ini memanfaatkan gedung sekolah yang tak terpakai lagi sehingga bisa digunakan sebagai tempat karantina. Total di selter Petir ini mampu menampung 50 warga, namun hingga sekarang baru terisi sebanyak 19 warga positif corona. “Sudah mulai jalan sepuluh hari ini. untuk control kesehatan juga ada pengawasan dari puskesmas setempat,” katanya.

Meski sudah berjalan, Yatin mengakui kelegkapan fasilitas belum tersedia semua. Salah satunya, di Shelter Petir belum dilengkapi tabung oksigen untuk warga yang menjalani isolasi. “Sudah coba menyediakan tapi belum ada. Sempat ada dua warga yang mengalami sesak dan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan,” katanya.