SPPG Gebyok Selo Boyolali Disetop Usai Puluhan Siswa Keracunan
SPPG Gebyok Selo Boyolali disetop setelah 34 siswa mengalami gejala diduga keracunan MBG. Tiga siswa menjalani rawat inap.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sebagian wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan selama tiga hari ke depan akibat gangguan cuaca berupa anomali suhu permukaan laut.
"Untuk sekarang ini, peningkatan curah hujan, salah satunya dipengaruhi oleh suhu permukaan laut yang cukup hangat di perairan Selatan Jawa sehingga masih memicu terbentuknya awan-awan hujan," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas dihubungi di Yogyakarta, Selasa (3/8/2021).
Sebagian wilayah di DIY yang berpotensi meningkat curah hujannya selama tiga hari ke depan yakni Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Nanggulan, Kokap, Temon, Panjatan, Wates, Galur (Kulonprogo).
BACA JUGA: Covid-19 DIY Bertambah 1.445 Kasus
Kecamatan Turi, Cangkringan, Pakem, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Seyegan, Minggir, Mlati, Depok, Kalasan (Sleman).
Berikutnya Kecamatan Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus, Girisubo (Gunung Kidul), serta Kecamatan Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Sanden, Srandakan, Kretek (Bantul).
Menurut Reni, berdasarkan analisis curah hujan pada Mei 2021, hampir sebagian besar wilayah DIY telah memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2021.
Namun demikian, pada Juni dasarian (sepuluh hari) ketiga curah hujan di DIY justru mengalami peningkatan signifikan. Demikian pula pada Juli juga terjadi peningkatan curah hujan meski tidak sebesar Juni.
"Agustus dan September 2021 juga diperkirakan ada peningkatan curah hujan yang sifatnya di atas normalnya, namun diprakirakan masih masuk kriteria musim kemarau karena curah hujan yang terjadi diprakirakan umumnya masih di bawah 150 mm selama tiga dasarian berturut-turut," kata dia.
Reni mengatakan kondisi anomali suhu muka laut di sekitar perairan selatan DlY masih hangat yakni +1,5 derajat Celcius sampai dengan +2,5 derajat Celcius dibandingkan dengan normalnya dengan suhu berkisar 28 sampai 29 derajat Celcius yang berpotensi memicu terbentuknya awan-awan hujan.
Selain itu, Indeks ENSO (El-Nino Southern Oscilation) saat ini masih netral yang diperkirakan berlangsung hingga September 2021. Demikian pula Indeks IOD (Indian Ocean Dipole) juga masih dalam kisaran negatif yang berdampak pada penambahan suplai uap air.
"Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini dan prakiraan curah hujan tiga bulan ke depan, kondisi iklim di wilayah DIY pada 2021 umumnya lebih basah dibandingkan dari normalnya," kata dia.
Ia menuturkan mengacu analisa dinamika atmosfer-laut, dan prakiraan curah hujan bulanan, di wilayah DIY pada Agustus 2021 curah hujan berkisar 0-50 mm per bulan (kategori rendah ) dengan sifat hujan pada umumnya diprakirakan di atas normal.
Bulan September 2021 prakiraan curah hujan berkisar 10-150 mm per bulan ( kriteria rendah - menengah) dengan sifat hujan pada umumnya diprakirakan atas normal.
Bulan Oktober 2021 prakiraan curah hujan berkisar 101-300 mm per bulan (kriteria menengah) dengan sifat hujan pada umumnya diprakirakan normal-atas normal.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
SPPG Gebyok Selo Boyolali disetop setelah 34 siswa mengalami gejala diduga keracunan MBG. Tiga siswa menjalani rawat inap.
Kemensos memperluas akses pendidikan gratis bagi lebih dari 44.000 anak keluarga miskin melalui 182 sekolah dan DTSEN.
OJK menetapkan modal disetor minimal BMKS Rp1 triliun. POJK 16/2026 juga mengatur syarat izin, direksi, dan dewan komisaris.
Prabowo menegaskan ekonomi Indonesia harus berasas kekeluargaan dan pengelolaan kekayaan alam ditujukan untuk kemakmuran rakyat.
Razia gabungan di Rutan Kelas I Surakarta menemukan korek api, besi hingga penjepit kertas. Narkoba dan handphone tidak ditemukan.
BMKG mendeteksi sebaran debu vulkanik Gunung Dukono, Ibu, dan Semeru. Gunung Ibu kembali erupsi pada Sabtu pagi.