Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Novrian Arbi
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski usaha rumah makan dan kafe menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling terdampak pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tak menyurutkan niat salah satu pengusaha kafe di Sleman untuk berbagi.
Pengusaha Kafe Bento, Khairul Umam Bento, membagikan ratusan kotak nasi beserta parsel untuk tenaga kesehatan, warga yang menjalani isolasi dan petugas yang menjaga penyekatan jalan. “Ada bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 150 boks nasi dan puluhan parcel diberikan pada petugas jaga yang ada di selter Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang," ujarnya, Senin (2/8/2021).
Ia mengakui usaha kafe sangat terdampak pandemi dan PPKM yang saat ini berlangsung. Diakui Bento, selama pandemi omzet usahanya sempat anjlok. Meski demikian hal ini tak lantas menghalangi pengusaha kafe untuk turut berkontribusi pada penanganan Covid-19.
Bantuan ini menurutnya adalah bentuk kepedulian bersama para pengusaha di Jogja. bukan saja kewajiban pemerintah untuk menangani pandemi, tapi juga kontribusi semua pihak termasuk pengusaha agar lebih efektif.
BACA JUGA: BPS Catat Inflasi Juli 0,08 Persen di Tengah PPKM Level 4
"Dalam posisi saat ini kita harus bersinergi bersama, saling membantu antar sesama rakyat dan membantu pemerintah meredam pandemi ini. Salah satu cara yang bisa kita lakukan salah satunya dengan memberikan bantuan seperti ini untuk nakes dan pasien isoman," katanya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sleman, Raudi Akmal, yang turut terlibat dalam kegiatan sosial tersebut menyebut kegiatan ini tidak akan terselenggara tanpa ada kepedulian satu sama lain. Kesamaan cara berpikir dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19 ini menjadi semangat tersendiri.
Ia mengajak pengusaha lain untuk turut melakukan aksi sosial. Pengusaha dinilai mampu untuk ikut turun tangan terutama membantu nakes, relawan hingga pasien Covid-19 untuk terus kuat berjuang. Menurunnya rasa kepedulian itu harus terus dipupuk untuk melawan pandemi Covid-19 saat ini.
"Saat ini kita harus bahu membahu untuk bersama pemerintah saling mengisi dan mendukung. Baik mentaati protokol kesehatan, vaksinasi termasuk membantu saling membantu sesama kita yang menjadi nakes, relawan dan pasien isoman," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Tarif masuk pantai Bantul sisi barat turun jadi Rp5.000. Pemkab optimistis kunjungan naik dan PAD ikut terdongkrak.
Pendidikan DIY diperkuat melalui kolaborasi daerah, digitalisasi data, dan strategi menekan anak tidak sekolah dalam KPI 2026 di UNY.
Pemkab Klaten luncurkan beasiswa kuliah Rp1 miliar. Bupati Hamenang pastikan akses pendidikan merata bagi warga kurang mampu.
Jadwal KRL Jogja–Solo Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Inflasi DIY Juni 2026 naik 0,37% dipicu BBM. BI DIY pastikan tetap terkendali dalam target nasional 2,5±1%.