Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kuss Indarto dan Sidik Martowidjojo, menunjukkan karya seni yang akan dipamerkan dalam Sidikscape, di Pit Mabuk Art Venue, Kamis (5/8). /Ist.
Harianjogja.com, DEPOK--Sebanyak 18 karya Lukis milik Sidik Martowidjojo ditampilkan dalam pameran tunggal bertajuk Sidikscape. Seniman asal Malang ini menggelar pameran di rumahnya sendiri, Pit Mabuk Art Venue, di Mrican, Kelurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman.
Kurator pameran, Kuss Indarto, menjelaskan pembukaan pameran akan dilaksanakan sekaligus dengan peresmian Pit Mabuk Art Venue, secara virtual pada 24 September mendatang. Pameran ini akan berlangsung selama tiga bulan.
BACA JUGA : Catat! 27 Mei Seratusan Lukisan Karya Seniman Malam
Pemilihan tema pameran ini menurutnya berkaca dari karya-karya Sidik selama ini, yang merupakan perpaduan landscape dengan imajinasi khas Sidik. “Dulu beliau melukis karya landscape. Sekarang mulai berubah tidak terlalu realistic, tapi cenderung abstrak,” ujarnya, Jumat (6/8/2021).
Sidik menjelaskan dalam pameran ini, ditampilkan karya Lukis yang telah ia ciptakan sejak 2001 silam. Dalam setiap karyanya, mengandung isu yang ingin ia sampaikan, salah satunya adalah tentang alam semesta yang kita tempati saat ini.
Salah satu karyanya menggambarkan tentang aliran air terjun dalam sebuah bentang alam. lukisan ini kata dia, sebagai pengingat bahwa alam menyediakan semua kebutuhan manusia. “Alam yang kita tempati sudah menyediakan tempat yang begitu indah dan apapun ada,” ujarnya.
Dengan menyadari keindahan alam yang telah menyediakan berbagai kebutuhan manusia, ia mengajak bagaimana agar kita dapat menjaga kelestariannya. Tidak hanya dengan harapan atau doa, tapi juga tindakan nyata.
BACA JUGA : Menarik Nih, Ada 128 Lukisan Dipajang di Bandara YIA
Di antara belasan karya lukisnya yang dipamerkan, salah satunya pernah dipamerkan di Louvre Museum, Paris, pada 2018 lalu. lukisan berukuran 1,4X6 meter ini juga pernah menyabet sejumlah penghargaan, sehingga memiliki arti spesial bagi perjalanan karyanya.
Ia menjelaskan setiap karya merupakan perjalanan spiritualnya. Tak ayal meski harga karya seni sebenarnya relatif, karya-karya Sidik ini dijual dengan harga yang cukup tinggi. “Di atas Rp100 juta. Tidak akan saya jual murah,” ungkapnya.
Sidik Martowidjojo merupakan seniman kelahiran 24 September 1937 di Malang, jawa Timur. Ia mulai bergaul dengan para seniman saat menetap di Jogja pada medio 1990-an. Pada 1993 ketika mengunjungi kota Fuqing, Fujian, China Selatan, Sidik memutuskan untuk menjadi pelukis sepenuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.