Mobilitas Warga di Jogja Dinilai Turun 40-50 Persen Selama PPKM

Kondisi lalu lintas kendaraan di Bantul pada Minggu (11/7/2021) dalam masa PPKM Darurat yang cenderung lengang. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
09 Agustus 2021 11:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja menilai mobilitas warga di Kota Jogja menurun antara 40-50 persen selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menurut Sekretaris Satpol PP Jogja, Hery Eko Prasetyo, selain adanya pembatasan, penutupan beberapa ruas jalan juga berpengaruh pada penurunan mobilitas ini.

Perpindahan mobilitas warga dari jalanan umum ke permukiman juga tidak terlalu kentara. “Perpindahan mobilitas [ke permukiman] sebenarnya tidak terlalu kelihatan juga. Karena adanya adalah penurunan mobilitas di samping dengan adanya patroli rutin PPKM, dan juga edukasi sosialisasi yang masuk ke kampung oleh rekan-rekan Satpol PP Jogja,” kata Hery saat dihubungi secara daring, Minggu malam (8/8/2021).

Selain mobilitas warga, pelanggaran PPKM juga dinilai menurun, walaupun masih tetap ada. Pelanggaran PPKM yang masih ditemukan seperti kerumunan di tempat makan. Namun jumlah pelanggaran kerumunan seperti ini juga menurun.

Sejauh ini belum ada evaluasi mendasar terkait PPKM periode tiga yang berakhir sampai 9 Agustus 2021. “Evaluasi PPKM saat ini, mobilitas warga sudah mengalami penurunan, baik warga Kota Jogja maupun warga dari luar Kota Jogja. Pelanggaran-pelanggaran PPKM masih ditemukan, namun jumlahnya semakin menurun,” kata Hery.

“Sapaan-sapaan simpatik masih terus dilakukan kepada warga yang ada di Kota Jogja. Selanjutnya masih menunggu keputusan pemerintah pusat setelah tanggal 9 Agustus ini.”