Swasembada Enterprise Bantu Milenial Berkecimpung di Pertanian dan Peternakan

CEO Swasembada Enterprise, Mahardika Agil Bimasono, saat grand launching Swasembada Enterprise Sabtu (7/8/2021). - Ist/tangkapan layar
09 Agustus 2021 07:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Perusahaan jasa konsultasi Swasembada Enterprise menjadi harapan baru munculnya petani dan peternak milenial.

Swasembada Enterprise yang berbasis di Sleman didirikan akhir 2020 lalu, telah resmi dibuka. Seremonial peresmian grand launching dan webinar nasional diselenggarakan secara daring melalui Zoom webinar dan disiarkan langsung di Youtube Channel Swasembada Enterprise Sabtu (7/8/2021).

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian RI, Kasdi Subagyono menyambut baik launching Swasembada Enterprise. Menurutnya di tengah pandemi Covid-19 sektor pertanian tetap menunjukan tren positif, artinya ada peluang besar untuk sektor pertanian dapat berkembang. “Sektor pertanian menunjang pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi,” ucap Kasdi.

Baca juga: Menteri Sandiaga Uno Serahkan beasiswa untuk 100 Anak-Anak Pedagang Kecil Terdmapak PPKM

Kasdi menilai adanya Swasembada Enterprise diharapkan memberikan kontribusi besar. “Swasembada Enterprise diharapkan memberikan semangat baru, formula pemikiran positif dalam rangka memberikan dukungan minimal kebijakan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian dan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bisa mengakselerasi pembangunan pertanian yang berdaya saing, lebih bernilai tinggi dalam memfasilitasi penyediaan pangan dan kesejahteraan petani pelaku agribisnis,” ujarnya.

Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Budiharjo yang mewakili Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan selamat dan mengapresiasi keberhasilan Swasembada Enterprise. Pertanian menjadi salah satu unggulan dalam dinamika dan struktur perekonomian di Sleman.

Meski begitu, Ia menilai salah satu tantangan adalah regenerasi anak muda di sektor pertanian. “Generasi muda kurang tertarik, karena menilai kurang menjanjikan dan kurang prestise. Oleh karena itu, kami menyambut baik adanya grand launching Swasembada Enterprise, karena banyak anak muda di dalamnya,” ucapnya.

Baca juga: Pameran Utama Biennale Jogja 2021, Ada Seniman Vembri Waluyas dan 30 Nama Lain

Swasembada Enterprise mengusung jargon one stop agrisolution towards environment and human beings, memiliki komitmen untuk mengambil peran sebagai katalisator pembangunan sektor pertanian menuju kemandirian pangan bagi Indonesia.

Perusahaan ini hadir di tengah masyarakat sebagai inisiatif untuk membantu mempromosikan peluang-peluang bisnis di bidang pertanian dan peternakan yang dapat dilaksanakan khususnya bagi kaum milenial dan generasi-generasi muda penerus pembangunan pertanian agar melihat sektor pertanian sebagai bisnis yang sangat menjanjikan.

Selain citra pertanian dan peternakan yang dianggap sebagai bisnis yang tidak menguntungkan, ada beragam tantangan pada proses implementasi pengembangan usaha agrikultur yang selama ini dijalankan, di antaranya masih didominasi oleh sistem teknologi dan budidaya konvensional. Hal ini disebabkan oleh kurangnya akses pengetahuan perkembangan teknologi pertanian modern dan penguasaan keterampilan di bidang budidaya pertanian dan peternakan sehingga produksi kurang optimal.

“Indonesia berada di tengah problematika agrikultur yang kompleks, mulai dari sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga rantai tata niaga. Kami membawa optimisme pembangunan pertanian di Indonesia harus digelorakan dengan semangat kolektif dan kekinian. Mendekatkan sektor pertanian kepada generasi muda, menghimpun dan berkolaborasi dengan stakeholder berpengalaman, dan melaksanakan pengkajian agribisnis yang sudah dijalankan untuk produksi yang lebih optimal adalah beberapa hal yang bisa ditawarkan oleh Swasembada Enterprise,” ujar CEO Swasembada Enterprise, Mahardika Agil Bimasono.

Dalam rangka menjawab berbagai tantangan sektor pertanian dan peternakan saat ini dan di masa mendatang, Swasembada Enterprise menghimpun para stakeholder agrikultur yang mumpuni dan berpengalaman dalam wadah yang disebut livestock hipster untuk menularkan semangat, membina dan menawarkan berbagai bantuan berupa jasa konsultasi bagi calon agripreneur (wirausahawan di bidang pertanian) untuk merencanakan menganalisis, memberikan ide-ide baru, dan formula terbaik penunjang manajemen budidaya sehingga ladang dan kandang yang dikelola dapat lebih produktif dan lebih menguntungkan.

Selain itu juga jasa pendampingan dan peningkatan kompetensi bagi farm milik agripreneur pemula yang akan dilaksanakan maupun telah berjalan untuk menganalisis permasalahan yang kompleks, mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan agribisnis, merumuskan kembali konsep pengembangan usaha yang lebih optimal, dan menumbuhkan agripreneur baru yang lebih berkompeten di bidang pertanian.

Kemudian, Aggregator untuk mengadakan riset, pengelolaan lahan bisnis dengan mengedepankan inovasi yang teruji, sehingga implementasi gagasan dapat terwujud secara terukur dengan data dan nilai-nilai profesionalisme. Lalu jaringan kemitraan untuk berkolaborasi bersama dengan berbagai pihak dalam rangka mengimplementasikan program kesejahteraan masyarakat sehingga akan tumbuh semangat kolektif untuk menggerakkan perekonomian wilayah melalui pengembangan dan optimalisasi potensi di sektor pertanian.

“Dengan semangat optimisme, Swasembada Enterprise yakin mampu memberikan sumbangsih yang berguna bagi percepatan pembangunan kemandirian pangan dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan untuk keberlangsungan hidup bagi bangsa Indonesia. Keberadaan Swasembada Enterprise menjadi alternatif baru bagi para Agriculture Enthusiast yang ingin memulai usaha dan mengembangkannya dengan cara mengunjungi website www.swasembada.id atau melalui pesan daring Instagram @swasembada,” ucap Mahardika.

Pada grand launching sendiri juga diisi dengan kegiatan webinar nasional bertema Agrikultur yang Tumbuh dan Tangguh Hadapi Covid-19 dengan narasumber Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus, lalu perwakilan anggota Komisi IV DPR RI, Charles Meikyansah, kemudian dari praktisi Agripreneur, Irfan “Ipang” Wahid dengan moderator Dosen muda Fakultas Peternakan UGM Satyaguna Rakhmatullah.