Pengunjung Malioboro Akan Dibatasi Maksimal Dua Jam

Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
11 Agustus 2021 15:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (UPT PKCB) berencana membatasi pengunjung Malioboro maksimal selama dua jam. Menurut Kepala UPT PKCB, Ekwanto, kebijakan ini masih dalam tahap perencanaan dan simulasi. Belum ada kepastian tanggal pemberlakuan.

“Pemberlakuan setelah simulasi hari ini,” kata Ekwanto di sela-sela kegiatannya di Stasiun Tugu, Rabu (11/8/2021). 

BACA JUGA: Malioboro & Stasiun Tugu Area Wajib Vaksin, Selanjutnya Terminal Giwangan & Lempuyangan

Dalam teknisnya, aplikasi pesan WhatsApp seluruh pengunjung akan terhubung dengan petugas melalui QR Code yang terpasang di gerbang Malioboro. Selama dua jam kunjungan tersebut, petugas akan memantau. Lima belas menit sebelum waktu kunjungan habis, petugas akan mengirimkan pesan kepada pengunjung.

“Pengunjung akan mendapat pesan Whatsapp dari operator kami yang kira-kira berbunyi,‘Waktu berkunjung akan habis, silakan untuk meninggalkan Malioboro.’ Kalau belum keluar akan dikirim pesan terus, mungkin dia nanti risih,” kata Ekwanto.

Selain batasan waktu untuk pengunjung Malioboro, bus yang parkir di kawasan Abu Bakar Ali juga dibatasi selama tiga jam. Ada beberapa langkah juga agar pengunjung dengan bus tidak menimbulkan kerumunan. Salah satunya terkait pengaturan pengunjung turun dari bus.

Namun sebelum masuk ke area Malioboro, bus akan lebih dahulu di-skrining di Terminal Giwangan. “Semua bus ke Malioboro itu harus di-skrining di Terminal Giwangan dulu. Kami agak ringan ada skrining di sana. Setelah itu baru didistribusi ke kami (Malioboro). [Tidak hanya selama PPKM], kebijakan ini mungkin juga setelah PPKM,” kata Ekwanto.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo: Kewajiban Vaksin untuk Pengunjung Mall Enggak Fair

Meski sudah mendapat izin untuk kembali berjualan selama PPKM, belum semua pedagang di Malioboro kembali beroperasi. Ekwanto mengatakan pedagang di bangunan permanen baru buka sekitar 40 persen. “Sementara Pedagang Kali Lima baru beroperasi 50 persen dari total yang ada di Malioboro,” katanya.

Salah satu pedagang KRT Karyanto PurboHusudo mengatakan apabila pengunjung di Malioboro masih sepi. “Pengunjung Malioboro masih sepi,” katanya.

KRT Karyanto berharap jalan Malioboro tidak ditutup lagi, termasuk penutupan rutin sore hari pukul 18.00 – 21.00 WIB. Hal ini agar pengunjung Malioboro bertambah dan bisa menggerakkan roda perekomian setempat.