Sego Katul dan Warkaban Kolaborasi Bangkitkan Seni Budaya Bantul

Komunitas seni Sego Katul atau Seneng Gojek Kawulo Bantul berkolaborasi dengan Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) meluncurkan pentas seni budaya secara daring. - Istimewa
17 Agustus 2021 16:37 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pegiat seni dan budaya merupakan salah satu kelompok masyarakat yang terdampak serius selama masa pandemi covid-19. Seniman seniwati di berbagai daerah tidak bisa pentas, hingga nyaris tidak bekerja sesuai keahliannya. Seluruh aktivitas seni berhenti, mengakibatkan sumber penghasilan tidak ada.

Melihat ketidakjelasan kapan pandemi berakhir, sejumlah tokoh pegiat seni Bantul, berisinisatif kolaborasi menghidupkan seni dan budaya melalui saluran online. Komunitas seni Sego Katul atau Seneng Gojek Kawulo Bantul berkolaborasi dengan Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) meluncurkan pentas seni budaya secara daring.

Pentas seni hybrid berlangsung Senin malam, 16 Agustus 2021, bertepatan malam peringatan HUT Kemerdekan RI ke 76. Sejumlah seniman lawak (komedi), ketoprak, musik, tembang pentas bersama secara live streaming di Youtube dan Facebook Live. Hasilnya, ratusan penonton menyaksikan siaran langsung tersebut, yang dinikmati dari berbagai wilayah lintas propinsi.

Hadir menyemarakkan pentas online perdana Sego Katul, komedian Aldo Iwak Kebo, Pakde Jojon, Rini Widiyastuti, Pur Bonsai, Sihono, Pak Dukuh Fuad, Uut dan lain-lain. Guyon selama dua jam mengambil lakon Keris Perjuangan.

Koordinator Komunitas Sego Katul, Aldo Iwak Kebo menyambut gembira kolaborasi komunitas seniman dan Paguyuban Warkaban. Kerja bersama ini memberikan kesempatan para seniman tampil lagi setelah 18 bulan aktifitas seni budaya menurun drastis. “Job sepi selama pandemi. Seniman menganggur, aktivitas nyaris tidak ada. Seniman pun harus berganti profesi untuk memenuhi kebutuhan,” kata Aldo.

Sego Katul adalah paduan seniman lawak dan musik. Dengan kolaborasi ini, ke depan tidak hanya menggelar pentas lawak dan musik, juga berbagai seni tradisi lainnya. Seperti pagelaran wayang kulit, ketoprak, jathilan, reog, kerawitan, campursari dan lainnya. “Semua seni dan budaya akan kita tampilkan bila mendapat dukungan masyarakat. Kami butuh dukungan untuk membangkitkan seni meski melalui online,” kata Aldo.

Aldo menambahkan, selama pandemi, para seniman kesulitan untuk bekreatifitas, khususnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Tidak ada pilihan lain, pekerja seni banting stir, buka kuliner, warung makan dan lainnya. Ya tidak cocok dan tidak sesuai dengan keahliannya”.

Dengan pentas seni daring, selain menyalurkan bakat seni budaya, juga diharapkan menghidupkan perekonomian para seniman. “Saat pertunjukan online ini, kami membuka donasi dengan nomor rekening yang ditampilkan sepanjang pertunjukkan berlangsung. Selain itu juga menerima undangan bila ada hajatan, syukuran, ulang tahun dan lain-lain secara online maupun off line terbatas,” katanya.

Ketua Paguyupan Warkaban Didik Rakhmadi mengatakan kolaborasi Warkaban dengan Komunitas Sego Katul diharapkan bisa memutar kembali roda berkesenian yang sempat berhenti akibat pandemi Covid 19. “Semoga gojekan kawula Bantul bisa pentas seminggu sekali secara daring. Tidak hanya ditonton warga Bantul, Yogyakarta, juga masyarakat lain di berbagai propinsi bahkan luar negeri,” kata Didik.

Ketua Bidang Seni, budaya dan Olahraga Paguyuban Warkaban Sigit Mustofa mengharapkan kolaborasi bisa membangkitkan seni budaya Kabupaten Bantul yang terhenti selama pandemi. “Seniman mendapatkan tempat berekspresi, pecinta dan penggemar pagelaran seni juga bisa menikmati kembali kesenian yang terhenti selama pandemi. Semoga berkelanjutan dan seni budaya Bantul kembali bangkit,” kata Sigit Mustofa. (***)