Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X memilih fokus menggenjot capaian vaksinasi ketimbang memikirkan penurunan level PPKM. Saat ini PPKM di DIY masih di level 4, sementara di daerah laiannya sudah turun level.
Menurut Sultan, banyak faktor untuk menurunkan level PPKM. “Sekarang kalau saya lebih cenderung vaksinasi jadi program utama,” kata Sultan, saat ditanya upaya menurunkan level PPKM di Kompleks Kepatihan, Kamis (26/8/2021).
BACA JUGA: Kini Keluar Masuk Jateng Wajib Vaksin
Sultan berharap September mendatang vakinasi bisa mencapai 80% dari total sasaran sehingga Oktober bisa mencapai 100% dari sasarana minimal vaksin pertama karena vaksin pertama juga sudah dinilai dapat membentuk kekebalan tubuh dari virus corona.
Menurut Sultan, kasus Covid-19 di DIY saat ini masih fluktuatif atau naik turun sehingga belum bisa dikatakan aman atau turun proporsional. Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini meminta masyarakat untuk bersabar, menahan diri untuk selalu mengenakan masker dan mengurangi mobilitas agar kasus Covid-19 di DIY tidak naik lagi.
Saat ini mobilitas di perkotaan saat siang hari sudah turun sampai 40%. Namun mobilitas di perkampungan masih plus 16%. Banyak masyarakat yang masih berkerumun di kampung-kampung atau nonggo, sehingga tidak heran penularan Covid-19 saat ini dari klaster keluarga. “Harusnya [kerumunan] kan harus zero, berarti masyarakat kan masih nonggo,” ujar Sultan.
Sultan belum berani juga membuka pembelajaran tatap muka (PTM) dan membuka destinasi wisata dalam kondisi sekarang karena risiko penularan Covid-19 masih cukup besar. Dia tidak ingin melonggarkan kegiatan masyarakat, namun pada akhirnya kasus meningkat kembali sehingga penanganannya akan lebih sulit.
BACA JUGA: BMKG: Musim Hujan Datang Lebih Awal
“Jangan seperti di luar [negeri] diberi kebebasan sedikit kasus naik. Lebih baik sabar tidak tergesa-gesa tapi impilkasinya bagus. Prihatin sebentar daripada diberi kebebasan [tapi pada akhirnya] lockdown kon neng omah wae,” ucap Sultan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY total sasaran vaksin ada 2.879.699 orang. Namun yang sudah divaksin dosis pertama per 25 Agustus 2021 mencapai 1.483.126 orang atau 51,50%. Dosis kedua baru 633.308 atau 21,99%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Pelatih Vietnam Kim Sang-sik mewaspadai kekuatan kolektif Timnas Indonesia jelang laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
Polda Jateng menangkap kondektur bus yang diduga mengedarkan sabu 3,77 gram di Semarang. Polisi kini memburu pemasok yang masuk DPO.
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
AKI mengeluhkan lambatnya restitusi PPN yang menekan arus kas kontraktor. Dana tertahan disebut mencapai puluhan triliun rupiah.
Kemkomdigi melayangkan teguran pertama kepada YouTube terkait konten live promosi vape yang melibatkan anak dan meminta tindakan dalam tiga hari.