Belum Dapat Akses, GKR Vaksinasi Mahasiswa Luar Daerah di DIY

GKR Hemas mendengarkan keluh kesah salah seorang mahasiswa asal Papua yang belum mendapatkan vaksin Covid-19, Jumat (27//8 - 2021)/Ist
27 Agustus 2021 23:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Keberadaan mahasiswa yang kuliah di DIY sering luput dari sasaran vaksinasi Covid-19. Agar para mahasiswa dari luar daerah di DIY mendapatkan vaksin Covid-19, maka Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia akan melakukan vaksinasi massal bagi mereka.

Pemberian vaksinasi bagi mahasiswa luar daerah ini akan digelar pada Senin (30/8/2021) dan Selasa (31/8/2021) di Sasono Hinggil Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. "Ini Vaksinasi Bhineka Tunggal Ika, dengan slogan Satu Nusa Satu Bangsa Satu Tekad Maju Bersama karena melibatkan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Tujuannya untuk merawat dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," kata GKR Hemas saat jumpa pers, Jumat (27/8/2021).

Momentum tersebut, kata Hemas terasa istimewa karena digelar bersamaan dengan peringatan sembilan tahun disahkannya UU No.13/2012 tentang Keistimewaan DIY. Salah satu tujuan Keistimewaan DIY, kata Hemas, mewujudkan tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin ke-Bhineka Tungal Ika-an dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Amanat dalam UU ini seperti yang tercantum dalam pasal 5 ayat 1 huruf C wajib diimplementasikan," kata Anggota DPD RI ini.

Para mahasiswa ini menjadi sasaran vaksinasi, lanjut Hemas agar perkuliahan tatap muka bisa segera dilakukan. Menurutnya, mahasiswa luar daerah menjadi salah satu yang rentan tertular Covid-19 sehingga harus menjadi sasaran program vaksinasi. Kegiatan tersebut juga untuk membantu menyelesaikan vaksinasi pemerintah.

"Saya prihatin banyak anak muda yang meninggal karena terpapar Covid-19. Apalagi 80% kematian Covid-19 karena belum divaksin. Semakin banyak orang yang tinggal di DIY divaksin, maka semakin tinggi herd immunity yang ingin dicapai," jelasnya.

Hemas mengingatkan agar anak-anak muda tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin. Dia juga meminta agar mahasiswa bisa saling menjaga terutama saat ada rekannya yang sakit untuk segera ke layanan kesehatan. "Saya masih melihat banyak anak muda nongkrong, kumpul-kumpul. Kalau kumpul ya harus pakai masker dan jaga jarak. Ingat gejala Covid-19 tiap orang berbeda, jangan disepelekan, ah hanya flu biasa," katanya.

BACA JUGA: Bupati Jember Kantongi Honor Rp70 Juta dari Pemakaman Pasien Covid-19, Ini Komentarnya

Salah seorang mahasiswa asal Sorong, Papua Alex Sani mengapresiasi kegiatan vaksinasi massal untuk mahasiswa luar daerah. Selama ini, ia dan teman-temannya mengaku kesulitan untuk mendapatkan vaksinasi karena terbentur aturan domisili.

"Padahal, untuk pulang ke Papua dengan penerbangan pesawat syaratnya harus sudah vaksinasi. Kegiatan vaksinasi untuk mahasiswa luar daerah ini jelas sangat membantu. Kami tidak perlu pulang kampung untuk vaksin," katanya. (*)