Advertisement
Seusai Libur Nataru, Penjualan Pasar Beringharjo Kembali Normal
Suasana transaksi di salah satu lapak Pasar Beringharjo. - Harian Jogja.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Aktivitas jual beli di Pasar Beringharjo kembali berjalan normal setelah berakhirnya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan omzet yang sempat dirasakan pedagang selama musim liburan kini berangsur turun mengikuti ritme hari biasa.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Sisi Barat, Ahmad Zaenal Bintoro, menyebut selama libur Nataru 2026 penjualan pedagang sempat melonjak hingga 40–50 persen dibandingkan hari normal, seiring membludaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja.
Advertisement
Memasuki pertengahan Januari, kondisi pasar mulai stabil meski akhir pekan masih mencatatkan peningkatan transaksi. Hal tersebut dinilai wajar karena Pasar Beringharjo tetap menjadi destinasi belanja favorit wisatawan domestik.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Jogja, kunjungan wisatawan selama libur Nataru 2026 mencapai 946.191 orang. Tingginya arus wisatawan itu berdampak langsung pada pergerakan ekonomi pasar rakyat, khususnya untuk produk fesyen, batik, dan oleh-oleh khas Jogja.
BACA JUGA
Untuk menjaga omzet pascalibur panjang, sebagian pedagang kini mulai mengoptimalkan penjualan daring melalui media sosial dan platform e-commerce, terutama pedagang usia muda yang lebih adaptif terhadap teknologi digital.
“Waktu liburan kemarin memang ada kenaikan penjualan, kurang lebih bisa sampai 40–50 persen. Sekarang sudah kembali normal,” katanya, Sabtu (10/1/2026).
Saat ini, menurutnya kondisi penjualan sudah kembali seperti hari biasa, meskipun menurutnya masih ada sedikit peningkatan pada akhir pekan.
“Sekarang sudah seperti sedia kala. Kalau Sabtu dan Minggu memang biasanya lebih ramai, jadi ada sedikit kenaikan penjualan,” ucapnya.
Menurutnya, ramainya Pasar Beringharjo selama libur panjang disebabkan karena tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja. Diketaui berdasarkan data Dinpar Kota Jogja jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Jogja mencapai 946.191 pada libur Nataru tahun ini.
Hal itu menurutnya berdampak pada peningkatan kunjungan di berbagai destinasi wisata, termasuk pasar rakyat. “Ramai tahun ini. Kebanyakan wisatawan domestik, dan dampaknya [kunjungan wisatawan] terasa sekali ke pasar,” katanya.
Ia menyebut peningkatan omzet tersebut diperoleh pedagang secara merata pada berbagai jenis barang dagangan. Untuk mengantisipasi penurunan omset pasca musim liburan, menurutnya kini sebagian pedagang telah memanfaatkan penjualan daring melalui media sosial dan platform e-commerce.
Menurut Ahmad Zaenal, pedagang yang aktif berjualan secara online sebagaian besar merupakan pedagang usia muda. “Sudah banyak yang jualan online, terutama yang muda-muda dan paham media sosial. Biasanya lewat Tokopedia dan Shopee,” katanya.
Stabilnya kembali aktivitas jual beli di Pasar Beringharjo menunjukkan peran penting sektor pariwisata terhadap denyut ekonomi pasar tradisional di Kota Jogja, sekaligus mendorong adaptasi pedagang menuju penjualan digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPJPH Perkuat Sinergi Kemenkes-BPOM Sambut Wajib Halal 2026
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



