Advertisement
Bus Gratis Ringankan Beban Buruh Gendong Beringharjo
Ilustrasi buruh gendong. - Harian Jogja
Advertisement
HarianJogja.com, JOGJA—Buruh gendong Pasar Beringharjo kini mendapat angin segar setelah KSPPS BMT Beringharjo menyediakan fasilitas bus antar-jemput gratis bagi para pekerja yang mayoritas berasal dari wilayah Kulonprogo. Program ini diharapkan mampu meringankan beban biaya transportasi harian mereka.
Salah satu buruh gendong asal Sentolo, Kulonprogo Pariyen, 65, mengungkapkan selama ini dia mengeluarkan biaya transportasi sekitar Rp20.000–Rp21.000 per hari dengan menggunakan bus umum antar-jemput.
Advertisement
“Sehari-sehari transportnya ya segitu. Pendapatan juga enggak mesti, kadang Rp50.000, kadang Rp60.000. Kalau enggak laris ya sedikit, yang penting bisa pulang pergi,” katanya, Jumat (27/11/2025).
Sementara Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, biaya transportasi yang cukup tinggi sering kali menjadi beban bagi buruh gendong dan para pengayuh becak.
BACA JUGA
“Ini salah satu langkah untuk meringankan kehidupan mereka. Biaya Rp20.000 sehari itu besar bagi mereka yang kadang berpenghasilan tidak menentu,” katanya.
Selain penyediaan bus, BMT Beringharjo juga menjalankan program pendidikan Al-Quran dan dukungan pembiayaan koperasi syariah.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan menilai kolaborasi ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap para pekerja sektor informal.
“Sinergi ini luar biasa. Harapannya bisa mempermudah transportasi dan menghemat pengeluaran mereka sehingga pendapatan dapat ditabung,” katanya.
engurus KSPPS BMT Beringharjo, Mursida Rambe menjelaskan bus berkapasitas 30 orang tersebut beroperasi setiap hari dengan rute Sentolo–Beringharjo pulang-pergi. Layanan ini juga dapat dimanfaatkan oleh pengayuh becak dan pekerja informal lainnya.
“Ini minimal dapat meringankan biaya. Nanti kalau ekonomi semakin membaik, biaya bisa dibebankan tetapi tidak sebesar Rp20.000,” katanya.
Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Jogja, Gunawan Nugroho, menyebutkan terdapat sekitar 250 buruh gendong yang masih aktif di Pasar Beringharjo dan 80% di antaranya adalah perempuan. Banyak di antaranya berusia lanjut, bahkan mencapai di atas 70 tahun.
“Mereka menjadi teladan semangat menjaga pasar rakyat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
Advertisement
Advertisement







