MBG Ditolak di Bantul, Warga Soroti Keracunan hingga Anggaran
Doa bersama di YASANTI Bantul menjadi ruang penolakan MBG. Kelompok masyarakat menyoroti keracunan, anggaran, dan desain kebijakan.
Wisata Pantai Parangtritis, Bantul - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Menjelang libur Nataru 2025, Dispar Bantul memperketat pemantauan destinasi berisiko tinggi seperti sungai dan perbukitan untuk menjaga keselamatan wisatawan.
Pemkab menambah puluhan personel termasuk dukungan TNI–Polri untuk memperkuat pengamanan di kawasan padat wisata seperti Parangtritis dan TPR pantai selatan. Semua TPR baru juga telah beroperasi penuh.
Daerah bantaran Sungai Opak, Progo, hingga Mangunan diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Pemeriksaan pohon tua, kesiapan jalur evakuasi, serta koordinasi antarpengelola menjadi langkah wajib selama musim hujan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Bantul, Yuli Hernadi, menyampaikan bahwa dua langkah utama telah disiapkan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan wisatawan.
“Persiapannya ada pengendalian, yang kedua di Parangtritis itu ada penataan, ada pengawasan untuk wisatawan, seperti monitoring petugas,” ujarnya Kamis (27/11).
Upaya pengendalian ini juga dibarengi dengan penambahan personel, terutama di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan pantai selatan. Yuli menegaskan bahwa penambahan tenaga lapangan tersebut sudah diprediksi sejak awal.
“Ada penambahan personil. Sudah kita antisipasi,” katanya.
Menurutnya, tambahan personel yang diterjunkan mencapai 30 sampai 40 orang, termasuk dukungan dari TNI dan Polri untuk memperkuat pengamanan di titik-titik padat wisatawan.
Yuli turut memastikan bahwa seluruh TPR baru yang sempat diuji coba kini sudah beroperasi optimal demi memperlancar arus kunjungan selama libur panjang.
“Sekarang sudah kita aktifkan semua kok,” katanya.
Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengingatkan bahwa sejumlah wisata bantaran sungai serta kawasan perbukitan menjadi titik yang paling rawan saat musim hujan.
Ia menyebut area sepanjang Sungai Opak dan Progo, termasuk Pasar Kebon Empring, Gerbang Banyulangit, serta beberapa titik lain yang sedang didata dan perlu perhatian khusus.
“Yang terutama di daerah Mangunan karena kondisi lokasinya yang berbukit juga harus waspada,” ujarnya.
Markus menekankan pentingnya komunikasi antarpengelola destinasi, khususnya yang berada di pinggir sungai. Ia mencontohkan perlunya koordinasi di Pasar Kebon Empring dengan pengelola kawasan di bagian utara untuk memantau kondisi hulu ketika terjadi hujan deras.
“Itu tetap harus komunikasi. Artinya, kondisi di atas seperti apa supaya bisa persiapan,” ucapnya.
Ia juga mengimbau pengelola destinasi untuk memastikan kondisi pepohonan di sekitar area wisata tetap aman. Pohon-pohon tua di wilayah seperti Mangunan perlu diperiksa dan dipangkas jika menunjukkan potensi bahaya.
Selain itu, keberadaan jalur evakuasi yang jelas juga sangat penting agar pengunjung tidak panik atau tersesat dalam situasi darurat. Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi kunci dalam pemantauan kondisi lapangan.
“Pokdarwis memang harus aktif bareng-bareng dengan anggotanya untuk mengecek kondisi-kondisi yang ada di sekitarnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Doa bersama di YASANTI Bantul menjadi ruang penolakan MBG. Kelompok masyarakat menyoroti keracunan, anggaran, dan desain kebijakan.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.