Embung Grigak di Tepian Pantai untuk Pertanian & Green Tourism

Foto View Embung Grigak yang berada di Dusun Karang, Girikarto, Panggang, Gunungkidul. - Ist/dok
31 Agustus 2021 20:47 WIB Sunartono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sebuah embung dibangun hanya berjarak sekitar 40 meter dari bibir Pantai Grigak di Pedukuhan Karang, Girikarto, Panggang, Gunungkidul. Keberadaan embung ini mampu mengatasi persoalan kelangkaan air untuk pertanian sekaligus berkembang sebagai kawasan wisata terutama green tourism karena keindahannya.

Embung ini dibangun oleh badan filantropi The Coca-Cola Company melibatkan Yayasan Obor, komunitas masyarakat setempat Eco Camp Mangun Karsa serta para pemangku kepentingan di pemerintahan tingkat desa dan kecamatan. Embung ini diresmikan operasionalnya oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta pada 25 Mei 2021 lalu.

Perwakilan Masyarakat serta Penggagas Eco Camp Mangun Karsa, Paulus Wiryono Priyotamtama menjelaskan wilayah di sekitar embung memang termasuk kesulitan air setiap tahunnya terutama untuk sektor pertanian. Ia berusaha meneruskan cita-cita Romo Mangun yang berupaya menangani kebutuhan air bersih di lokasi tersebut sejak tahun 1980-an silam. Masyarakat sepenuhnya bergantung pada air hujan untuk urusan pertanian, sehingga keberadaan tempat penampungan air skala besar sangat dibutuhkan.

Baca juga: Pembuatan Bahan Bakar Minyak dan Paving Block dari Olahan Sampah Plastik

“Embung Grigak ini mampu mengairi 20 hektare sawah serta 5.000 tanaman buah-buahan di 30 hektare lahan perkebunan. Tentu memberikan keuntungan bagi petani yang tinggal di sekitar wilayah tersebut,” katanya dalam diskusi daring Program Air untuk Masyarakat Gunungkidul, Selasa (31/8/2021).

Salah satu potensi besar yang saat ini dikembangkan di kawasan ini adalah sebagai destinasi wisata karena dari sisi keindahan alam bisa diunggulkan. Keberadaan embung hanya berjarak antara 30 hingga 40 meter dari pantai yang berada di dataran tinggi. Konsepnya bisa green tourism perpaduan antara wisata pantai dan posisi embung sebagai pendukung sektor pertanian.

“Fokusnya memang pantai, tetapi dengan adanya embung bisa diarahkan ke green tourism, misalnya di sana ada penjualan bibit, ada pengembangan tanaman holtikultura seperti buah-buahan yang saat ini sudah berjalan,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Obor Tani, Pratomo menyatakan lokasi pembangunan sengaja dipilih di kawasan yang tertinggal, harapannya dengan keberadaan embung muncul pusat perekonomian baru bagi warga. Proses pembangunan pun tergolong lama dari target pembangunan embung pada umumnya, untuk membuat lubang kedalaman 4,5 meter di tanah keras dan batuan karang butuh waktu sekitar empat bulan. Karena berada di bebatuan maka paling dasar dilapisi geotekstil baru kemudian geomembran.

Baca juga: 5 Gunung Ini Dianggap Paling Suci di Dunia, Salah Satunya Tempat Tuhan Bicara

“Dari kapasitas penggunaan air yang ada, saat ini baru terpakai 15 hektare, bisa potensi untuk digunakan lagi. Saat ini ditanam berbagai jenis buah-buhan Srikaya, Jambu Kristal, Kelapa Kopyor, Alpukat dan Klengkeng. Kami berharap jadi sentra ekonomi baru berbasis agro, karena sudah ada budidaya holtikultura, tanaman standar dunia,” ucapnya.

Ketua Pelaksana Coca Cola Foundation Indonesia, Triyono Prijosoesilo menambahkan Embung Grigak memiliki keunikan tersendiri dibandingkan embung yang sudah dibangun sebelumnya, karena lokasinya tepat di bibir pantai. Kawasan itu diharapkan terus berkembang sebagai destinasi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai masyarakat sebagai pemilik utama memiliki peranan penting dalam pengembangan kawasan.

“Pengelolaan air yang baik telah menjadi prioritas kami sejak lama dan kami selalu berupaya untuk memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat dan ekosistem lingkungan di masa depan. Selama bertahun-tahun, kami menjalankan berbagai community water program guna membantu meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi bagi masyarakat Indonesia. Embung Grigak ini untuk menangkap air hujan sehingga bisa dimanfaatkan di musim kemarau,” katanya.