Pembuatan Bahan Bakar Minyak dan Paving Block dari Olahan Sampah Plastik

Usai uji coba alat pengolahan sampah plastik menjadi BBM dan Paving Block. - Ist
31 Agustus 2021 19:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Di Dukuh Pucang, Desa Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah terdapat Bank Sampah Pucang Berdaya yang dikelola oleh seorang pria bernama Budiono. Bank sampah ini belum dikelola secara optimal.

Masyarakat di daerah tersebut menjual sampah mereka di bank sampah, kemudian hasil penjualan sampah dimasukkan ke dalam tabungan mereka. Sampah yang terkumpul di bank sampah kebanyakan adalah sampah plastik dan sekadar dikirim ke pengepul dan belum dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Dari kenyataan di lapangan itu, empat mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yakni Salman Al Faridzy Akbar (Kimia/FMIPA), Alya Sabrina (Kimia/FMIPA), Nabila Aprillia (Teknik Kimia/Fakultas Teknologi Industri), dan Putri Nur Fajr (Kimia/FMIPA) menilai bahwa kondisi tersebut membutuhkan inovasi agar sampah dapat diolah menjadi bahan bakar minyak dan paving block untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Mereka kemudian mengangkat masalah itu menjadi sebuah penelitian Program Kreativitas Mahasiwa (PKM) dengan judul “Pembuatan Bahan Bakar Minyak dan Paving Block dari Olahan Sampah Plastik untuk Mengoptimalisasikan Bank Sampah di Desa Grobogan”. Mereka menjalani penelitian mulai Juni-Agustus 2021.

Salman Al Faridzy menyampaikan sumber daya masyarakat daerah Grobogan didominasi oleh masyarakat berusia produktif, yang mana sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga banyak masyarakat Grobogan yang dapat mengambil peran dalam program ini. Dengan begitu, dapat memberdayakan masyarakat yang kurang produktif.

Dalam merealisasikan inovasi ini, tim melakukan beberapa tahapan. Tahapan dari metode pelaksanaan diantaranya yaitu pembuatan alat. Pembuatan alat merupakan perakitan bahan-bahan menjadi alat pengolah sampah plastik yang dilakukan secara offline (luring) dan online (daring). “Pelaksanaan secara offline ini diwakilkan oleh Alya Sabrina yang merupakan salah satu anggota PKM-PM yang berdomisili di Grobogan. Sedangkan online (daring) dilaksanakan dengan cara pengontrolan setiap progres pembuatan alat melalui WhatsApp yang dilakukan oleh tim, pihak mitra, dan tukang las,” tutur Salman.

Selanjutnya yaitu tahap pengolahan sampah yang terdiri dari beberapa proses, diantaranya pengumpulan sampah, pemisahan sampah, pembersihan sampah, pengeringan sampah, serta pengolahan sampah plastik. Pada proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak menggunakan metode pirolisis.

“Proses pirolisis adalah proses dekomposisi senyawa organik yang terdapat dalam plastik melalui proses pemanasan dengan sedikit atau tanpa melibatkan oksigen. Dari proses pemanasan sampah plastik akan menghasilkan residu berupa lelehan plastik, yang mana residu ini diolah menjadi paving block,” tutur Alya.

Nabila Aprillia menyampaikan komentar dari beberapa orang terkait inovasi yang diciptakan tim. “Program yang diberikan sangat edukatif bagi masyarakat Grobogan khususnya Bank Sampah Pucang Berdaya dalam mengurangi sampah plastik dengan metode yang mudah dipahami oleh Bank Sampah Pucang Berdaya,” kata dia.

Sementara Putri Nur Fajr menyimpulkan bahwa dari program yang telah dilaksanakan telah dihasilkan BBM sebanyak setengah liter dan Paving Blok sebanyak 3 buah dari percobaan pertama pada tanggal 5 Agustus 2021. Untuk percobaan kedua 6 Agustus 2021, produk yang didapatkan sama dengan percobaan pertama. (ADV)