KONI Kota Jogja Ajukan Tambahan Anggaran, Dewan Soroti Soal Mutasi Atlet

Ilustrasi tenis lapangan
02 September 2021 08:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja bersama DPRD setempat serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jogja membahas penambahan anggaran hibah yang diperuntukkan bagi persiapan menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY XVI 2022 mendatang. Tambahan anggaran yang diajukan KONI kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja sebesar Rp3 miliar untuk tahun anggaran 2021.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Jogja, Agus Trimadi menjelaskan, KONI Kota Jogja telah mengajukan proposal untuk penambahan anggaran hibah yang diperuntukkan bagi persiapan latihan atlet maupun tambahan sarana prasarana menjelang penyelenggaraan Porda DIY XVI Oktober 2022 mendatang.

Agus menyebut bahwa, tambahan anggaran itu nantinya akan difokuskan untuk biaya Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) Jogja serta beberapa persiapan lain. "Proposal yang diajukan KONI ke Disdikpora Kota Jogja dengan rincian dan tujuan Puslakot bagi atlet berbagai cabor, sarana dan prasarana atlet. Awalnya kan anggaran yang dialokasikan Rp5 miliar yang anggaran murni kemudian untuk tambahan Rp3 miliar sehingga total menjadi Rp8 miliar untuk satu tahun anggaran," kata Agus, Rabu (1/8/2021).

Dia menambahkan, sejumlah atlet berbagai cabor di Kota Jogja telah melaksanakan Puslakot yang digelar sejak Juli, Agustus sampai dengan September ini. Kegiatan itu nantinya juga bakal dilanjutkan sampai dengan Oktober, November sampai Desmber mendatang. "Target kita memang juara umum ya, tapi sekarang fokusnya masih persiapan Puslakot untuk semua cabor, sehingga atlet dan juga masing-masing organisasi olahraga itu bisa mempersiapkan para atlet untuk berlatih bagi yang dikirim ke Porda nanti," ujarnya.

Baca juga: Ribuan Wisatawan di DIY Berwisata lewat Jalur Tikus, Bayar Jasa Joki hingga Rp50.000

Senin lalu ia juga telah bertemu dengan Komisi D DPRD Kota Jogja untuk membahas pengajuan tambahan anggaran itu. Saat ini pengajuan tambahan anggaran tengah dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Jogja. "Saat ini masih di bahas di Badan Anggaran DPRD Kota Jogja, nanti dewan yang akan mencermati dan juga membahas," imbuhnya.

Anggota Fraksi PAN DPRD Kota Jogja, Muhammad Ali Fahmi mengatakan, ia telah membahas tambahan anggaran hibah KONI Kota Jogja di APBD Perubahan 2021. Dia menyoroti soal pentingnya pembinaan berkesinambungan sejak usia dini untuk mencetak atlet berprestasi hasil binaan sendiri daripada memutasi atlet dari daerah lain.

"Penjaringan serta pembinaan bibit atlet secara kontinu dan berjenjang harus menjadi perhatian dan prioritas bagi KONI serta organisasi olahraga, sehingga dapat meminimalisir bahkan meniadakan mutasi atlet dari daerah lain, yang mana hal ini masih dilakukan oleh hampir semua daerah di kompetisi olahraga baik di tingkat daerah maupun nasional," katanya.

Selain itu, Fahmi berpendapat bahwa sosialisasi ke sejumlah sekolah juga perlu dilakukan atau ke kemantren maupun kelurahan oleh Disdikpora, KONI dan organisasi olahraga, sehingga dapat lebih banyak menjaring minat anak-anak dalam menekuni cabor tertentu di sejumlah wilayah.

"Kota Jogja juga telah mempunyai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 yang merupakan Perda inisiatif DPRD tentang Penyelenggaraan Keolahragaan agar dapat menjadi acuan bagi Disdikpora, KONI dan organisasi olahraga untuk secara maksimal mengembangkan potensi olahraga di Kota Jogja," jelasnya.