Ribuan Wisatawan di DIY Berwisata lewat Jalur Tikus, Bayar Jasa Joki hingga Rp50.000

Petugas jaga mengimbau dan meminta calon pengunjung putar balik pada saat akan masuk ke TPR Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo. Minggu (15/8/2021). - Ist/dok SAR Satlinmas Wilayah I DIY\\r\\n
01 September 2021 19:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah warga ditengarai menjadi joki bagi wisatawan yang nekat berwisata di DIY. Modusnya, wisatawan diantar ke lokasi wisata melalui jalur tikus.

Pemda DIY akan memperketat kembali penyekatan di jalur wisata. Upaya ini untuk menghalau wisatawan yang mulai berdatangan ke sejumlah objek wisata di Bumi Mataram, sejak beberapa hari terakhir, terutama pada akhir pekan lalu. Padahal posisi DIY masih dalam level 4 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga objek wisata belum dibuka.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Noviar Rahmad tidak menutup mata sudah banyak bahkan ribuan wisatawan masuk ke sejumlah objek wisata di DIY. Wisatawan nekat masuk melalui jalur-jalur tikus dengan memanfaatkan bantuan warga sekitar meski pintu utama sudah dijaga.

BACA JUGA: Kemenhub Tegaskan Syarat Perjalanan Transportasi Tidak Berubah Selama PPKM

“Masalahnya adalah ternyata ada di Gunungkidul para wisatawan itu mencari jalur tikus dan itu dibantu oleh masyarakat sekitar. Ya jadi ada joki-jokinya, biasanya membayar kepada joki itu sampai dengan Rp50.000 nanti diantar lewat jalur tikus. Sementara kita kan melakukan penjagaan di pintu gerbang. Nah itu ternyata banyak joki-joki di daerah pantai itu. Nah masuk lah mereka lewat ke sana,” kata Noviar, saat dihubungi Rabu (1/9/2021).

Noviar mengatakan wisatawan sudah mulai menjejali DIY bahkan pihaknya mendapatkan laporan terjadi antrean sekitar 2 kilometer di pintu masuk Pantai Baron Gunungkidul. Pihaknya mengklaim petugas di lapangan sudah meminta wisatawan untuk kembali bagi yang masuk jalur utama agar tidak sampai masuk ke objek wisata.

Demikian di Pantai Parangtritis juga banyak wisatawan masuk namun berhasil dihalau petugas. Namun untuk kawasan pantai Samas dan sekitarnya sampai ke barat justeru penuh padahal pintu gerbang sudah dijaga, “Ternyata lewat jalur-jalur tikus,” kata dia. Pihaknya juga sudah meminta Satlinmas Rescue Istimewa untuk menutup pintu masuk wisata di tiap objek wisata pantai, namun kendaraan wisatawan justeru diparkir di Jalaur Jalan Lintas Selatan (JJLS), dan wisatawannya berjalan kaki menuju pantai.

Noviar tidak menampik petugas kewalahan memantau semua objek wisata dengan jumlah petugas yang terbatas untuk memantau semua objek wisata. Jumlah petugas hanya 328 orang dibantu dengan aparat TNI-Polri, namun tetap saja belum cukup.

Dia mengimbau supaya masyarakat bersabar dulu terutama pada masyarakat yang biasa memperoleh pendapatan dari sektor wisata karena saat ini wisata DIY masih belum dibuka. Sebenarnya, kata dia, ada wisatawan yang alasannya ke Malioboro karena Malioboro sudah dibuka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun dia melihat rombongan wisatawan tidak hanya ke Malioboro namun juga ke objek wisata lainnya.