Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Sekelompok mahasiswa UGM meneliti potensi jerami padi sebagai obat anti jamur pada rongga mulut/Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Sekelompok mahasiswa UGM meneliti potensi jerami padi sebagai obat anti jamur pada rongga mulut.
Mereka adalah Andini Safa Ramadhanty (Pendidikan Dokter Gigi), Rifqi Alim Dewanto (Pendidikan Dokter Gigi), Kurnia Salsabila Disyacitta (Farmasi), dan Eria Rosanti Nugrahening Hastami (Biologi). Di bawah bimbingan drg. Heriati Sitosari, MDSc., merea melakukan penelitian untuk menggali potensi ekstrak jerami padi sebagai obat antijamur.
Andini menjelaskan penelitian dilakukan sebagai upaya untuk menemukan alternatif obat anti rongga mulut jamur berbahan alam yang minim efek samping. Mereka pun memanfaatkan jerami padi yang ketersediaannya cukup melimpah di Tanah Air namun belum dimanfaatkan secara optimal.
"Jerami padi biasanya digunakan untuk pakan ternak atau hanya dibuang dan dibakar begitu saja. Padahal, jerami padi memiliki kandungan zat aktif seperti fenol, flavonoid, dan tanin yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat antijamur pada kandidiasis oral,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (7/9/2021).
Ia memaparkan kandidiasis oral merupakan penyakit infeksi jamur yang di rongga mulut biasanya disebabkan oleh jamur Candida albicans. Pengobatan penyakit ini biasanya menggunakan obat sintetis dengan harga yang relatif mahal dan memiliki banyak efek samping bagi penderita. Bahkan dalam bebrapa waktu terakhir ditemukan kejadian resistensi terhadap obat-obatan yang biasa dipakai karena penggunaan yang terlalu sering ataupun tanpa pengawasan dokter. Oleh sebab itu ia dan tim berupaya meneliti potensi jerami padi sebagai alternatif obat antijamur untuk kanadiasis oral.
Proses
Eria menyampaikan pembuatan obat anti jamur dilakukan dengan mengekstrak jerami padi. Lalu, ekstrak jerami padi dikeringkan dan digiling sampai menjadi serbuk. Sediaan tersebut kemudian direndam dalam larutan etanol selama 24 jam untuk mendapatkan ekstrak kental.
Selanjutnya dari ekstrak kental dilakukan berbagai uji seperti uji daya hambat pertumbuhan dan pelekatan Candida albicans ATCC 10231 pada permukaan gigi serta material yang biasa dipakai di bidang kedokteran gigi. Beberapa diantaranya resin komposit, resin akrilik, dan semen ionomer kaca.
“Hasilnya semakin tinggi konsentrasi ekstrak jerami padi, semakin signifikan penghambatan pertumbuhan dan pelekatan jamur Candida albicans,” jelasnya.
Hal tersebut menunjukkan kandungan fenol, flavonoid, dan tanin dari ekstrak jerami padi memiliki potensi antijamur. Hasil dari doking molekuler menunjukkan bahwa molekul 14-α-demethylase atau yang juga dikenal sebagai 5TZ1 dari C. albicans dapat berinteraksi dengan ligan dari berbagai senyawa fenol, flavonoid, dan tanin yang ada pada ekstrak jerami padi.
“Penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dan dapat menghasilkan alternatif obat antijamur untuk kandidiasis oral,”pungkasnya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.