Pemkot Magelang Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Pengangkatan Anak
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL-- Nasib nahas dialami oleh Partilah,62, warga Pakis 1 RT01 Dlingo, Kapanewon Dlingo, Bantul, Rabu (8/9/2021) sore.
Rumah yang ditinggalinya rubuh, usai diterjang angin kencang. Beruntung, saat kejadian, Partilah sedang berada di hutan.
Lurah Dlingo Agus Purnomo mengatakan peristiwa rubuhnya rumah Partilah terjadi Rabu (8/9/2021) sekira pukul 14.30 WIB. Saat itu, rumah Partilah yang terbuat dari kayu dan berusia tua terkena sapuan angin yang cukup lebat.
BACA JUGA: Covid-19 Singapura Catat Rekor Setelah Muncul Klaster Baru di Madrasah
"Alhasil, rumahnya rubuh. Untung tidak ada korban jiwa, karena ibu Partilah saat itu berada di hutan," kata Agus.
Atas kejadian itu, Partilah untuk sementara akan tinggal di rumah anaknya yang tidak jauh dari rumahnya. Langkah itu dilakyjan setelah rumah Partilah dipastikan sudah tidak bisa diperbaiki lagi.
"Untuk membantu beliau, kami open donasi. Karena jika menunggu pemerintah pasti lama. Untuk bantuan bisa menghubungi saya nanti," ucap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.