Penduduk Marjinal & Tak Ber-KTP di Jogja Disuntik Vaksin Covid

Vaksinasi di Gedung Serbaguna Puri Dwipari di Jalan Taman Siswa, Kota Jogja, Kamis (9/9/2021). - Istimewa/Dok. Sentra Vaksinasi untuk Warga
09 September 2021 17:17 WIB Budi Cahyana Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Koalisi masyarakat sipil yang beranggotakan sejumlah perkumpulan dan organisasi menggelar vaksinasi untuk seribu penduduk marjinal dan tidak memiliki KTP di Gedung Serbaguna Puri Dwipari di Jalan Taman Siswa, Kota Jogja pada 9 dan 10 September 2021.

Vaksinasi itu menyasar penyandang difabel, tunawisma, transpuan, pekerja seks, dan penduduk miskin di Bantaran Kali Code. Selain itu, vaksin jenis Sinovac itu akan disuntikkan  kepada pekerja sosial organisasi non-pemerintah, jurnalis, dan keluarga jurnalis yang rentan terpapar virus Corona.

Perkumpulan dan organisasi bernama Sentra Vaksinasi untuk Warga ini beranggotakan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Association of Resiliency Movement, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta,  Alterasi, Masyarakat Peduli Media, dan Sambatan Jogja.

Inisiatif membantu kelompok terpinggirkan mendapatkan akses vaksin muncul sejak sebulan lalu dari komunikasi yang intens setiap ketua perkumpulan dan organisasi. Koalisi aktif menggelar rapat-rapat secara daring, mengajukan kuota vaksin untuk kelompok marjinal yang belum tersentuh pemerintah.

Gerakan ini mengandalkan swadaya atau urunan setiap organisasi secara sukarela untuk membiayai teknis penyelenggaraan vaksinasi. Selain itu, sejumlah kalangan ikut berdonasi. Duit hasil patungan dan donasi digunakan untuk membiayai sewa gedung, tenda, sarung tangan medis, alat pelindung diri, konsumsi, dan vaksinator.

Di Kantor PKBI Jogja sepekan lalu, anggota koalisi rapat membahas persiapan teknis vaksinasi, misalnya menghitung kebutuhan vaksinator dan relawan, mengatur jadwal calon penerima vaksin untuk mencegah kerumunan, menyiapkan ruangan bila ada kondisi darurat, ambulans, dan jalur evakuasi.

Rapat juga koalisi gelar secara daring. Koalisi menekankan gerakan ini sebagai gerakan kemanusiaan. "Kami tak berafiliasi dengan partai politik apapun. Vaksinasi bukan untuk politisasi," kata salah satu inisiator Sentra Vaksinasi untuk Warga, Budhi Hermanto, Rabu (8/9/2021).

Koalisi itu pontang panting mengajukan vaksin untuk kelompok rentan. Anggota koalisi menemui Wakil Wali Kota Jogja yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi di ruangannya pada 9 Agustus.

Sepekan kemudian, koalisi mengirim surat kepada Dinkes untuk mendapatkan kepastian tentang kuota vaksin.Tapi, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogya, Lana Unwanah melalui pesan Whatsapp mengirim pesan bahwa stok vaksin habis dan dinkes hanya mengutamakan calon penerima ber-KTP Kota Jogja.

Setelah mendapat jawaban dari Dinkes Kota Jogja, koalisi mencari vaksin. Anggota koalisi kemudian menghubungi Muhammadiyah Covid-19 Command Center, Ikatan Dokter Indonesia, dan Komando Resor Militer 072 Pamungkas Jogja. Seribu vaksin kemudian diperoleh setelah anggota koalisi datang ke markas Komando Resor Militer 072 Pamungkas Jogja.

Koalisi ini juga bertemu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jogja untuk membantu transpuan tidak ber-KTP agar bisa mengakses vaksin. Ketua Sentra Vaksinasi untuk Warga, Andy Reza mengatakan sebagian  penerima vaksin tak bisa divaksin karena tak memiliki  KTP. "Mereka yang termarjinalisasi secara sosial," kata dia.

Saat vaksinasi terus digencarkan, protokol kesehatan harus tetap dijaga. Masyarakat wajib memakai masker di tempat umum (bila perlu dobel masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan sebisa mungkin menghindari kerumunan. (***)