Lurah: Tidak Ada Kulonuwun Pembangunan Objek Wisata Litto di Dlingo

Litto - Little Tokyo/Instagram
13 September 2021 12:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Keberadaan destinasi baru Little Tokyo (Litto) di RT5 Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Bantul ternyata tidak sepenuhnya diketahui oleh warga setempat.

Padahal, destinasi berupa hotel dan resto yang dibangun tersebut digadang-gadang akan menyerap tenaga kerja warga sekitar.

Kepala Desa atau Lurah DesaMuntuk Marsudi mengungkapkan, dirinya tidak tahu menahu terkait pembangunan Litto. Sebab, sejak dirinya menjadi Lurah Muntuk, belum ada pembicaraan ataupun permintaan izin dari pengelola Litto.

"Selama 8 bulan saya jadi lurah di sini, tidak ada itu pengajuan izin ataupun kulonuwun. Tahu-tahu sudah ada bangunan di situ. Jadi saya kurang tahu mengenai legalitas dari bangunan tersebut," kata pria yang biasa disapa Comer itu, Senin (13/9/2021).

Comer menduga, pengajuan izin telah dilakukan oleh pengelola Litto ke perangkat desa yang lama. Kendati demikian, pembangunan Litto itu tidak sepenuhnya mulus. Sebab, empat bulan lalu, sempat ada persoalan antara pengelola Litto yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dengan warga sekitar. Hal ini menyusul akses jalan masuk ke Litto, merupakan jalan yang dibangun dengan anggaran dana desa (ADD).

"Saya tahunya, saat menengahi masalah tersebut. Akhirnya ada kesepakatan antara kedua belah pihak, jika nantinya warga dilibatkan untuk pengelolaan parkir," lanjut Comer.

Sementara terkait dengan pelibatan warga sebagai tenaga kerja di Litto , Comer mengaku belum mengetahui. Sebab, belum ada pertemuan antara pihaknya dengan pengelola Litto.  

"Kalau harapannya, bisa menampung tenaga kerja dari warga sekitar. Tapi ya, itu sampai saat ini kami juga belum pernah diajak berembuk dengan mereka," harap Comer.

Terpisah Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Bantul Supriyanto mengakui pembangunan Litto sempat dilakukan lebih dahulu sebelum mengurus izin ke jawatannya. Pengelola baru mengurus izin ke Dispertaru setelah bangunan berdisi sekitar 20 persen.

"Dan kami izinkan. Izin dari kami sebatas izin tata dan pola ruang, karena memang tidak ada masalah. Tapi soal izin yang lainnya, kami tidak tahu," katanya.

BACA JUGA: Belum Puas, Korut Kembali Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Jauh

Selain itu, Supriyanto memastikan jika pembangunan Litto tidak bermasalah. Sebab, jauh sebelumnya, pengelola telah melakukan pertemuan dengan warga sekitar terkait rencana pembangunan Litto.

"Kalau izinnya, setahu saya adalah hotel," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Public Relation (PR) Litto Nobertha Shinta mengungkapkan jika pihaknya tidak mungkin membangun Litto jika perizinan belum dikantongi. Menurutnya, pengajuan izin dan komunikasi dengan warga sekitar telah dilakukan sebelum pandemi Covid-19, atau sebelum dimulainya pembangunan.

"Sementara memang belum kami operasionalkan. Mungkin nanti menunggu pandemi mereda. Rencana awal kami akan buka restorannya dulu. Nanti 70 persen tenaga kerja juga akan melibatkan warga sekitar," ucapnya.