Pemkot Jogja Siapkan 45 Pokdarwis Tingkat Kelurahan

Wisatawan sedang berjalan di kawasan Malioboro, Kota Jogja, pada Jumat (25/12/2020). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
15 September 2021 21:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja sedang menyiapkan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat kelurahan. Hal ini guna menguatkan 17 kampung wisata dan 14 Pokdarwis tingkat kemantren yang saat ini sudah ada.

Menurut Kepala Dinas Periwisata, Wahyu Hendratmoko, pembentukan Pokdarwis tingkat kelurahan merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) DIY nomor 40 tahun 2020 tentang Pokdarwis dan Desa atau Kampung Wisata.

“Selama ini di Kota Jogja Pokdarwis yang dibentuk berbasis kemantren. Karena itu perlu segera dibentuk Pokdarwis di 45 kelurahan di Kota Jogja. Teknisnya kami akan mengajukan 45 Pokdarwis kelurahan di Kota Jogja untuk mendapatkan pengesahan dari Gubernur,” kata Wahyu dalam acara Pengembangan Kapasitas Pokdarwis di Hotel Tara, Tegalrejo, Rabu (15/9/2021).

Pembentukan Pokdarwis juga dalam rangka pengembangan infrastruktur berbasis pariwisata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program-program ini akan berlangsung pada 2022. Setiap kelurahan di Jogja memiliki keunggulan masing-masing dan cukup beragam. Ada kelurahan dengan potensi destinasi wisata, produk kuliner, produk kria, atraksi budaya dan lainnya.

Sebagai contoh, kampung wisata Rejowinangun memiliki potensi atraksi budaya. Pertunjukan diadakan secara rutin saat wisatawan datang. “Melalui pengembangan kapasitas ini, kami harap kelurahan bisa memahami Pergub dan melaksanakan fungsinya untuk pembentukan Pokdarwis di tingkat kelurahan sesuai aturan,” kata Wahyu.

BACA JUGA: Apa itu Kiamat Internet? Penyebab dan Dampaknya Bagi Manusia

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, Pokdarwis tingkat kelurahan menjadi media untuk memaksimalkan potensi-potensi wilayah. Potensi satu internal kelurahan dan antar kelurahan juga bisa lebih bersinergi. Sehingga ke depan kelurahan bisa membuat sejenis masterplan.

“Masterplan yang disusun kelurahan bersama masyarakat adalah potret untuk pengembangan potensi mana yang harus digandengkan dan digendongkan. Karena kalau sendiri kekuatan tidak ada. Dengan bergandengan menjadi kekuatan baru yakni branding kawasan,” kata Heroe.

Meski bernama Pokdarwis, bukan berarti semua kelurahan harus punya destinasi wisata. Potensi yang dikembangkan bisa sesuai keunggulan yang ada di masing-masing wilayah.