FTI UII Buka Jaringan Komunikasi Antar Mahasiswa Internasional

Winda Nur Cahyo. - Ist/UII.
19 September 2021 11:27 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII membuka komunikasi antar mahasiswa melalui jaringan internasional melalui program double degree hingga international gathering. Komunikasi ini diharapkan dapat membangun karakter sekaligus jaringan antarmahasiswa baik saat masih di bangku kuliah hingga telah lulus.

Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII Winda Nur Cahyo menjelaskan. Dengan adanya International Student Gathering diharapkan terjalin interaksi seluruh mahasiswa MTI FTI UII yang aktif dengan mahasiswa internasional.

Saat ini ada tiga mahasiswa asing berasal dari dua negara yang sedang menempuh studi S2 Magister Teknik Industri. Ketiganya adalah Mahmoud Yousef Rushdi Abusafyeh, Abdallah Yousef Rushdi Abusafyeh dan Saif Ali Kamil

“Para mahasiswa baru yang berasal dari Iraq dan United Arab Emirates, diharapkan dapat membangun kedekatan antar mahasiswa, ketika pulang mereka tidak hanya belajar tapi punya keluarga dan sahabat dekat. Mereka juga dikenalkan dengan budaya dan atmosfer kegiatan akademik di kampus UII,” katanya dalam rilis tertulisnya, Sabtu (18/9/2021).

Ia menambahkan saat ini mahasiswa MTI FTI UII yang baru selesaikan program Double Degree dengan NTUST Taiwan yaitu Anindya Agripina Hadyanawati, Muhammad Naufal Alfareza, Palmy Rawinda Meliala dan Zakka Ugih Rizqi. Serta dua mahasiswa MTI FTI UII yang akan berangkat mengikuti program Double Degree dengan NTUST Taiwan adalah Putri Amalia dan Intan Putri Purnama Ningrum.

“Kami berharap melalui sejumlah program ini, komunikasi antara mahasiswa dalam level internasional juga bisa terjalin,” ujarnya.

Winda menambahkan sebagai pendukung kegiatan akademik, UII membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk International Student Mobility Scholarships. Program tersebut dalam rangka implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, harapannya dapat memperkuat perguruan tinggi di Indonesia dalam mengembangkan kerja sama akademik. 

“Program ini membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk mewujudkan mimpi mereka dan mampu mengembangkan kemahiran lintas budaya, memperkuat jejaring internasionalnya dan mempersiapkan diri untuk dunia kerja,” katanya.