Telkom Hadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti 350 Peserta
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan BISA PandAI melalui program BISA Vokasi yang berfokus pada penerapan teknologi kecerdasan buatan
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi (kiri) memberikan bantuan Asistensi Sosial Lanjut Usia Miskin (ASLUM) kepada warga lanjut usia (lansia) yang memiliki Kartu Menuju Sejahtera (KMS) tahun 2021./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memberikan bantuan Asistensi Sosial Lanjut Usia Miskin (ASLUM) kepada warga lanjut usia (lansia) yang memiliki Kartu Menuju Sejahtera (KMS) tahun 2021. Bantuan ASLUM itu mulai didistribusikan melalui Bank BPD DIY ke rekening masing-masing penerima. Pemberian ASLUM untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para lansia miskin di Kota Yogyakarta.
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan ASLUM adalah bantuan kepada lansia atau di atas 60 tahun yang sudah masuk dalam data keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial, dibuktikan dengan kepemilikan KMS tahun 2021. Tapi warga lansia itu belum masuk data penerima bantuan sosial tunai dari APBD maupun APBN.
“Jadi ini menyisir lansia yang selama ini belum mendapat bantuan. Harapannya ini bisa memberikan manfaat bagi warga lansia miskin di masa pandemi seperti ini,” kata Heroe saat menyerahkan bantuan ASLUM secara simbolis di Bank BPD DIY di Mal Pelayanan Publik Balai Kota Yogyakarta, Senin (20/9/2021).
Nominal bantuan Aslum dari Pemkot Yogyakarta sebanyak Rp 180.000 per bulan dari Januari sampai Desember 2021. ASLUM tersebut bersumber dana dari APBD Kota Yogyakarta tahun 2021. Total penerima Aslum tahun 2021 sebanyak 2.016 lansia di Kota Yogyakarta.
“Bantuan ini sifatnya per orang saja, bukan untuk keluarga. Harapannya paling tidak orangtua (lansia) punya uang untuk bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar atau melakukan sesuatu sehingga bisa beraktivitas sebagaimana mestinya,” terangnya.
Pencairan bantuan ASLUM dilakukan dalam dua tahap. Pencairan tahap pertama masing- masing penerima mendapat total sebanyak Rp 1.080.000. Sedangkan pencairan tahap kedua akan dilaksanakan setelah selesai verifikasi dari pendamping ASLUM di wilayah Kota Yogyakarta.
Heroe menyatakan Pemkot Yogyakarta juga tetap memberikan perhatian kepada warga lansia non KMS. Namun dalam bentuk program kegiatan seperti kesehatan, sosial dan berbagai hal. Termasuk memberdayakan beberapa warga lanjut usia lewat program menjadi guru- guru di PAUD dan TK untuk membagikan pengalamannya.
“Untuk lansia non KMS tetap kami berikan perhatian seperti fasilitasi aktivitas kesehatan dan sosial. Karena Kota Yogya sudah menuju kota layak lansia,” imbuh Heroe.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Maryustion Tonang menyampaikan bantuan ASLUM menyasar lansia miskin yang dirinya maupun anggota keluarga lain dalam satu kepala keluarga tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial tunai dari APBN maupun APBD. Lansia penerima ASLUM juga bukan merupakan pengurus atau komponen Program Keluarga Harapan dan bukan pengurus Program Bantuan Sosial Pangan.
“Ada pendamping Aslum yang membantu para penerima mencairkan bantuan. Satu pendamping mengampu sejumlah lansia di wilayahnya. Lansia miskin KMS ini dapat diberhentikan dari pemberian bantuan ASLUM apabila meninggal dunia, pindah domisili ke luar Kota Yogya dan menolak pemberian bantuan,” ucap Maryustion. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan BISA PandAI melalui program BISA Vokasi yang berfokus pada penerapan teknologi kecerdasan buatan
Gibran memastikan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana Sumut mulai September 2026 agar mendapat hunian layak dan aman.
Sapi milik warga Panggang, Gunungkidul, ditemukan mati di ladang. Bagian paha hilang dan polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Upaya penanganan kemiskinan secara terpadu yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menuai berbagai apresiasi dari berbagai pihak.
Menpora Erick Thohir meminta tim bulu tangkis Indonesia fokus menghadapi Asian Games 2026 dengan target emas beregu putra.
POJK 6/2026 mengatur influencer keuangan agar tidak menjanjikan kepastian keuntungan dan wajib menyampaikan informasi secara jujur.