Pusat Data AI Dikecam, Warga Eropa Khawatir Air dan Energi Terkuras
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
Nelayan Mina Bahari Depok 45 menepikan perahu seusai menangkap ikan di tengah Pantai Depok, Minggu (1/4/2018). /Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL- Fenomena ikan teri melompat lompat di pinggir Pantai Selatan Pulau Jawa rupanya juga terjadi di Bantul.
Salah seorang nelayan di Pantai Depok Bantul Henry mengatakan fenomena ikan teri melompat di Laguna Pantai Depok, Selasa (21/9/2021). Oleh warga setempat, kejadian ini pun ditanggapi dengan melakukan penjaringan ikan teri.
"Tapi saya tidak ikut. Banyak yang menjaring seperti biasa dan dapat ikan teri," katanya, Rabu (22/9/2021).
BACA JUGA: Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia, Ini Tanggapan YLBHI
Hal sama juga diakui oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis Ali Sutanto. Ali mengungkapkan fenomena ikan teri melompat adalah fenomena tahunan. Jika sebelumnya, fenomena itu terlihat di Pantai Parangtritis, kali ini lokasi berpindah ke seputaran Pantai Depok.
"Kemarin pas Paris itu bisa berlangsung seminggu lebih, banyak itu yang menjaring di pinggiran," kata Ali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
Pemerintah memutuskan mengangkat PPPK paruh waktu lintas profesi menjadi penuh waktu. Pendaftaran CPNS juga direncanakan mulai November 2026.
BPBD Banyumas mencatat 84 dari 121 desa terdampak kekeringan menyatakan kebutuhan air bersih tercukupi. Distribusi bantuan masih berlanjut di wilayah lain.
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp31 triliun pada akhir 2026, mulai dari pembukaan rekening, bantuan pangan, BSU, hingga diskon tiket Nataru.
RAPBD DIY 2027 mengalokasikan 40,14% belanja untuk pendidikan. DPRD menyoroti penurunan bantuan keuangan hingga 33,65%.
Pengacara Irjen Ahrie Sonta memastikan kliennya kooperatif dalam kasus dugaan penyadapan Presiden yang turut menyeret eks Kapolri Listyo Sigit.