Jepang hingga China, Ini Negara Pembeli Gas Indonesia
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.
Anjing yang ditemukan diduga akan dijagal. /ist
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul mencatat sedikitnya terdapat tujuh titik jagal anjing yang beroperasi di wilayahnya.
Dari tujuh titik itu, dalam sehari minimal menjagal satu ekor anjing yang dagingnya dijual kepada pedagang olahan daging anjing.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP2KP Bantul, Joko Waluyo mengungkapkan ihwal ditemukannya tujuh titik jagal anjing di Bumi Projotamansari itu adalah secara kebetulan. Saat itu, dirinya mengantar salah satu petugas dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates yang ingin mencari sampel otak anjing untuk penelitian soal paparan rabies.
“Dari situ kami baru tahu lokasinya,” kata Joko, Jumat (24/9/2021).
Baca juga: Masuk Musim Hujan, Waspadai Rekahan Tanah di Perbukitan Prambanan
Menurut Joko, kebanyakan anjing yang dijagal berasal dari wilayah Jawa Tengah bagian barat. Dari tujuh titik jagal anjing, dalam sehari minimal menjagal satu ekor anjing untuk kebutuhan kuliner olahan daging anjing. Joko juga memastikan jika saat ini tidak ada kasus anjing tertular rabies. Sebab, ada layanan suntikan gratis vaksin rabies di 10 pos kesehatan hewan.
“Soal pedagang yang menjual belikan daging tersebut, itu ranah dari Dinas Perdagangan,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengaku belum pernah menemukan praktik pedagang olahan daging anjing. Meski demikian, ia memastikan jika keberadaan pedagang olahan daging anjing tersebut ilegal. “Yang jelas itu ilegal. Karena mereka berjualannya juga sembunyi-sembunyi,” jelasnya.
Baca juga: Tewaskan 2 Orang, Ini Kronologi Bus Sugeng Rahayu Tabrak Truk di Kulonprogo
Sebagaimana diketahui sebelumnya, keberadaan rumah penjagalan anjing di Bantul terkuak setelah Ron Ron Dog Care (RRDC) Jogja bersama dengan kepolisian berhasil mengevakuasi sebanyak 18 ekor anjing dari sebuah rumah penjagalan di Srihardono, Kapanewon Pundong, Bantul, Minggu (19/9/2021) sore.
Anggota RRDC Jogja Victor Indrabuana mengatakan awalnya pihaknya mendapatkan video seekor anjing yang berada di dalam karung dan siap dijagal. Kemudian Victor meminta bantuan kepolisian, dukuh setempat untuk kemudian bersama-sama mendatangi lokasi pemilik rumah jagal. Oleh pihak kepolisian dan dukuh setempat, Victor kemudian dipertemukan dengan pemilik rumah jagal dan dilakukan mediasi.
"Nah, saat sampai di tempat tersebut, ada belasan ekor anjing dengan kondisi yang mengenaskan. Tubuh anjing dibungkus karung dengan kepala di luar. Bahkan sebagian anjing, mulutnya diikat tali. Dan, ada satu ekor anjing dewasa yang sudah lemas, katanya sudah empat hari diikat mulutnya tidak makan," ungkap Victor.
Setelah melakukan mediasi dan penjelasan terkait praktik jagal anjing, pemilik rumah jagal akhirnya menyerahkan anjing-anjing tersebut. "Saya hanya jelaskan jika mau jual beli daging, kan harus sesuai undang-undang, utamanya undang-undang kesehatan," imbuh Victor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.
Studi pada 8.783 orang dewasa menemukan konsumsi makanan ultra-proses tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko cedera vaskular otak.
IBM mengingatkan perbankan soal risiko Shadow IT akibat penggunaan aplikasi AI tanpa izin. Edukasi karyawan dan tata kelola data dinilai penting.
UNY meraih gelar ganda Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah tim putri menang 1-0 dan tim putra melibas UNNES 6-0.
Investasi Temanggung mencapai Rp1,806 triliun hingga 26 Oktober 2026 atau 84% target tahunan, dengan 22.307 tenaga kerja terserap.
Luhut Pandjaitan menargetkan 100 juta warga terdaftar dalam sistem bansos digital GovTech saat peluncuran oleh Presiden Prabowo pada 10 November 2026.