Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Proses pemasangan kamera trap yang dilakukan oleh Tim BKSDA DIY di sekitar lokasi munculnya jejak tapak yang diduga macan di Padukuhan Panggul Kulon, Candirejo, Semanu. Rabu (20/1/2026). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Misteri kemunculan jejak hewan yang diduga macan di wilayah Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, kembali mendapat perhatian serius. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY memasang kamera trap di sekitar lokasi temuan jejak untuk memastikan identitas satwa yang membuat resah warga.
Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA DIY, Taufan Kharis, mengatakan pemasangan kamera pengintai dilakukan di Padukuhan Panggul Kulon, Kalurahan Candirejo, Semanu, Rabu (20/1/2026), menyusul laporan warga terkait kemunculan jejak yang diduga tapak macan di area pembangunan pondok pesantren.
Menurut Taufan, sebelumnya petugas telah melakukan pengamatan langsung di lapangan. Namun, guna memastikan jenis hewan yang berkeliaran di sekitar lokasi, BKSDA memutuskan memasang kamera trap sebagai langkah lanjutan.
Sebanyak tiga unit kamera trap dipasang dengan cara diikat pada batang pohon. Satu kamera ditempatkan di sekitar lokasi awal ditemukannya jejak, sedangkan dua kamera lainnya dipasang di kawasan perbukitan yang masih berada dalam satu area di atas lokasi pertama.
“Kamera trap ini dipasang untuk memastikan hewan apa yang berkeliaran di sekitar lokasi pembangunan pondok pesantren,” kata Taufan di sela pemasangan kamera, Rabu siang.
Ia menjelaskan, kamera pengintai tersebut direncanakan terpasang selama dua pekan. Meski demikian, petugas akan melakukan pengecekan setiap satu minggu untuk melihat hasil tangkapan gambar dari alat tersebut.
“Nanti akan kami lihat apakah benar yang terekam itu macan atau justru hewan liar lainnya,” ujarnya.
Taufan menambahkan, penggunaan kamera trap merupakan metode yang lazim digunakan untuk memantau keberadaan satwa liar. Alat ini bekerja secara otomatis dengan sensor gerak dan panas, sehingga setiap aktivitas hewan di sekitar kamera akan langsung terekam.
“Hasilnya nanti akan kami kaji lebih lanjut. Apabila hewan misterius ini termasuk satwa dilindungi, kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar,” katanya.
Jejak hewan yang menghebohkan warga Semanu ini pertama kali ditemukan pada 2 Januari 2026. Temuan serupa kembali muncul pada 10 Januari dan terakhir pada 15 Januari 2026 dengan ciri-ciri jejak yang sama.
Salah seorang pekerja pembangunan pondok pesantren, Heru Purwanto, mengatakan sepanjang Januari sudah tiga kali ditemukan jejak yang diyakini warga sebagai tapak macan. Temuan terakhir terjadi pada Kamis (15/1/2026) malam.
“Untuk bulan ini sudah ada tiga temuan jejak kemunculan macan di lokasi pembangunan ponpes,” kata Heru.
Ia mengungkapkan, keyakinan warga bahwa jejak tersebut berasal dari macan diperkuat oleh cerita antarwarga yang mengaku pernah melihat hewan besar berkeliaran di kawasan tersebut. Selain itu, ukuran dan bentuk jejak dinilai tidak lazim untuk hewan biasa.
“Kemungkinan jejak ini memang macan, karena pernah ada yang melihat langsung. Bentuk tapaknya juga menunjukkan hewan berukuran besar,” katanya.
Kepercayaan warga terhadap keberadaan macan juga dikaitkan dengan adanya dua gua di sekitar lokasi yang memiliki terowongan dan diyakini menjadi tempat tinggal satwa tersebut.
“Ada dua gua dengan terowongan di sekitar sini dan warga percaya itu menjadi tempat tinggal macan,” ujar Heru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Mensesneg Prasetyo Hadi membantah isu Pratikno sakit dan mundur dari jabatan Menko PMK. Pemerintah juga belum berencana reshuffle.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan Kapolda dan Pangdam bisa dimutasi jika gagal mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.
Polres Bantul menyiagakan 120 personel untuk mengantisipasi Karhutla di tengah ancaman kemarau lebih kering akibat El Nino.
Sebanyak 297 lansia di Kecamatan Magelang Tengah lulus Sekolah Lansia. Program ini membekali peserta agar tetap sehat, mandiri, dan produktif di usia lanjut.