Advertisement

20 Objek Wisata Gunungkidul Peroleh QR Code PeduliLindungi & Segera Buka

Budi Cahyana & Kurniawan
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 11:37 WIB
Budi Cahyana
20 Objek Wisata Gunungkidul Peroleh QR Code PeduliLindungi & Segera Buka Puluhan kapal milik nelayan diparkir di pinggir aliran sungai bawah tanah di Pantai Baron, Desa Kemadang Tanjungsari. Rabu (17/4/2019) - Istimewa/Dokumen SAR Satlinmas Wilayah II DIY

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Objek wisata di Gunungkidul segara dibuka. Sedikitnya 20 lokasi wisata telah mendapatkan QR code aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, tim asesor juga sedang memverifikasi penerbitan sertifikat CHSE yang menjadi prasyarat untuk pembukaan wisata di sejumlah destinasi.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Hary Sukmono, mengatakan pembukaan wisata masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat. 

Agar bisa buka, destinasi wisata harus mengantongi sertifikasi CHSE dan aplikasi PeduliLindungi.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Sudah 20 objek wisata yang dipungut reribusi dan telah mendapatkan QR code untuk pemindaian dalam operasional aplikasi.

Kode pemindaian yang dipasang di lokasi wisata berbeda-beda. Sebagai contoh, di kawasan wisata Pantai Baron hingga Seruni dipasang delapan titik. Di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran ada enam QR code. “Total ada 57 QR code yang tersebar di 20 lokasi wisata,” katanya kepada wartawan, Jumat (1/10/2031).

Selain QR code untuk aplikasi PeduliLindungi, pengelola wisata juga mengajukan sertifikasi CHSE. Menurut Hary, ada sekitar 40 destinasi yang mengajukan penerbitan sertifikasi ini.

“Sertifikasi CHSE masih dalam proses karena harus melalui pengecekan lapangan,” katanya.

Verifikasi sudah dimulai sejak Kamis (30/9/2021) dan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan di sejumlah destinasi. “Hari ini pengecekan dilakukan di kawasan Pantai Baron dan Kalisuci. Mudah-mudahan berjalan lancar dan destinasi wisata bisa dibuka secara bertahap,” ungkapnya.

Pengelola wisata Embung Batara Sriten di Kalurahan Pilangrejo, Nglipar Radato mengatakan, sudah berusaha memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Objek wisata Embung Sriten sudah mendapatkan QR code aplikasi PeduliLindungi. “Sekarang fokus mendapatkan sertifikasi CHSE,” katanya.

Advertisement

Pembukaan objek wisata ini harus diikuti penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, memakai masker, hingga menghindari kerumunan.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Ini Dia 3 Anggota Baru Bawaslu DIY

Ini Dia 3 Anggota Baru Bawaslu DIY

Jogjapolitan | 7 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejagung Periksa 4 Pejabat BUMN Waskita Karya

News
| Selasa, 27 September 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement