Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Plt Kepala Disperindag DIY, Aris Riyanta saat membuka webinar series dengan temaNegosiasi dan Komunikasi Bisnisyang diselenggarakan secara daring, Jumat (8/10/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Negosiasi dan komunikasi merupakan dua hal yang paling penting dan harus dikuasai oleh pelaku usaha barang dan jasa. Hal itu disampaikan oleh Dosen Fakultan Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Naila Zulfa dalam acara webinar series yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Jumat (8/10/2021).
“Tujuan komunikasi bisnis ada tiga penerima pesan memahami pesan sesuai yang diniatkan pengirim pesan, penerima pesan memberi respons yang diperlukan. Kalau tidak ada respons berarti komunikasi tidak berhasil. Pengirim dan penerima pesan memiliki hubungan baik,” kata Naila.
Ia menambahkan yang diharapkan penerima pesan ada respons sehingga kedua pihak akan memiliki hubungan baik. “Kita bangun hubungan dengan konsumen,” ujar Zulfa. Menurut dia, komunikasi bisnis cenderung lebih formal ketimbang komunikasi biasa.
Selain itu pebisnis atau pengusaha atau pemberi pesan perlu juga memahami lawan penerima pesan agar pesan tersebut bisa tersampiakan dengan baik. Pesan bisa berupa komunikasi langsung atau bisa dengan tertulis. Jika dalam komunikasi langsung perlu juga memahami latar belakang penerima pesan apakah anak-anak, dewasa, laki-laki atau perempuan.
Selain Naila Zulfa, narasumber dalam webinar series yang bertema Negosiasi dan Komukasi tersebut adalah Wildan Zia M. Dani selaku owner atau pemilik Pamela Sumpermarket. Webinar tersebut diikuti sekitar 60 orang pelaku industri kecil menengah (IKM) se-DIY.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag DIY, Aris Riyanta mengatakan bahwa webinar kali ini sudah dilaksanakan seri kesembilan dari rencana 12 series sampai Desember mendatang.
“Tema kali ini Negosiasi dan Bisnis. Negosiassi ini bagian dari komunikasi orang yang melakukan bisnis pasti harus negosiasi, mencari bentuk kesepakatan kedua pihak antara penjual dan pembeli, penjual harus pandai melakukan negosiasi agar barang dagangannya laku. Dalam tawar menawar mencari kesepakatan,” kata Aris.
Dalam negosiasi, kata Aris, sebagai pelaku usaha dalam membuat satu produk ada produk yang akan dijual. Negosiasi bisa ke calon pembeli, distributor dalam mengembangkan penjualan produk yang dibuat. Tentu yang membuat produk harus mempunyai product knowledge atau pengetahuan produk dari barang yang akan dijual, mulai dari prosesnya, keunggulan, dan mampu menjelaskan produk tersebut ada keunggulan lebih dari produk sejenis.
Bagi pelaku usaha khusus produksi barang dan jasa harus punya komunikasi baik dan product knowledge bagian yang melengkapi sehingga orang mampu yakin dan bisa memeengaruhi dengan sukarela akan mengikuti pada penjual. Sering kali pemilik toko tidak mengetahui keunggulan produk sehingga bingung dalam menjelaskan kepada konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.