Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Plt Kepala Disperindag DIY, Aris Riyanta saat membuka webinar series dengan temaNegosiasi dan Komunikasi Bisnisyang diselenggarakan secara daring, Jumat (8/10/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Negosiasi dan komunikasi merupakan dua hal yang paling penting dan harus dikuasai oleh pelaku usaha barang dan jasa. Hal itu disampaikan oleh Dosen Fakultan Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Naila Zulfa dalam acara webinar series yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Jumat (8/10/2021).
“Tujuan komunikasi bisnis ada tiga penerima pesan memahami pesan sesuai yang diniatkan pengirim pesan, penerima pesan memberi respons yang diperlukan. Kalau tidak ada respons berarti komunikasi tidak berhasil. Pengirim dan penerima pesan memiliki hubungan baik,” kata Naila.
Ia menambahkan yang diharapkan penerima pesan ada respons sehingga kedua pihak akan memiliki hubungan baik. “Kita bangun hubungan dengan konsumen,” ujar Zulfa. Menurut dia, komunikasi bisnis cenderung lebih formal ketimbang komunikasi biasa.
Selain itu pebisnis atau pengusaha atau pemberi pesan perlu juga memahami lawan penerima pesan agar pesan tersebut bisa tersampiakan dengan baik. Pesan bisa berupa komunikasi langsung atau bisa dengan tertulis. Jika dalam komunikasi langsung perlu juga memahami latar belakang penerima pesan apakah anak-anak, dewasa, laki-laki atau perempuan.
Selain Naila Zulfa, narasumber dalam webinar series yang bertema Negosiasi dan Komukasi tersebut adalah Wildan Zia M. Dani selaku owner atau pemilik Pamela Sumpermarket. Webinar tersebut diikuti sekitar 60 orang pelaku industri kecil menengah (IKM) se-DIY.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag DIY, Aris Riyanta mengatakan bahwa webinar kali ini sudah dilaksanakan seri kesembilan dari rencana 12 series sampai Desember mendatang.
“Tema kali ini Negosiasi dan Bisnis. Negosiassi ini bagian dari komunikasi orang yang melakukan bisnis pasti harus negosiasi, mencari bentuk kesepakatan kedua pihak antara penjual dan pembeli, penjual harus pandai melakukan negosiasi agar barang dagangannya laku. Dalam tawar menawar mencari kesepakatan,” kata Aris.
Dalam negosiasi, kata Aris, sebagai pelaku usaha dalam membuat satu produk ada produk yang akan dijual. Negosiasi bisa ke calon pembeli, distributor dalam mengembangkan penjualan produk yang dibuat. Tentu yang membuat produk harus mempunyai product knowledge atau pengetahuan produk dari barang yang akan dijual, mulai dari prosesnya, keunggulan, dan mampu menjelaskan produk tersebut ada keunggulan lebih dari produk sejenis.
Bagi pelaku usaha khusus produksi barang dan jasa harus punya komunikasi baik dan product knowledge bagian yang melengkapi sehingga orang mampu yakin dan bisa memeengaruhi dengan sukarela akan mengikuti pada penjual. Sering kali pemilik toko tidak mengetahui keunggulan produk sehingga bingung dalam menjelaskan kepada konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Kegiatan ini menjadi “magnet” bagi para komunitas dan konsumen pencinta Honda Vario untuk merayakan kebersamaan dan mempererat solidaritas.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang
Astra Motor Yogyakarta melatih 25 karyawan PT Bayer Indonesia menjadi duta safety riding untuk meningkatkan budaya keselamatan berkendara.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Perceraian akibat judi di Indonesia mencapai 4.623 kasus sepanjang 2025. Angkanya melonjak 365 persen dalam lima tahun terakhir.